SUKABUMI – idisionline.com || Prestasi membanggakan ditorehkan MAN 2 Kota Sukabumi. Madrasah ini resmi masuk dalam 8 Madrasah Unggulan se-Jawa Barat yang akan diakselerasi pengembangannya oleh Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Barat.
MAN 2 Kota Sukabumi menjadi satu-satunya madrasah dari Kota Sukabumi yang terpilih dari total 29 proposal yang masuk se-Jawa Barat. Seleksi ketat ini menjadi bukti kualitas tata kelola dan prestasi MAN 2 yang dinilai layak masuk program unggulan.
Rencana akselerasi ini dibahas dalam Focus Group Discussion (FGD) tindak lanjut hasil visitasi Program Madrasah Unggulan di Aula Kanwil Kemenag Jabar. Pengembangan akan digandeng bersama UIN Sunan Gunung Djati Bandung untuk memperkuat integrasi keilmuan, kurikulum, riset, dan kompetensi siswa.
Ketua Tim Kelembagaan dan Sistem Informasi Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag Jabar, Ade Ruhiat, menjelaskan proses seleksi berlangsung berlapis. “Dari 29 proposal yang masuk, kemudian menjadi 13 calon madrasah unggulan, dan akhirnya ditetapkan delapan madrasah yang akan menjadi bagian dari program ini,” jelasnya, Rabu (7/10/2026).
Menurutnya, pemetaan dilakukan komprehensif dengan melibatkan kepala madrasah, guru, dan unsur lainnya agar intervensi pengembangan benar-benar sesuai kebutuhan riil di lapangan.
Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag Jabar, Badruzaman, menegaskan MAN 2 Kota Sukabumi dan 7 madrasah lainnya diharapkan menjadi yang terbaik. Cakupannya meliputi tata kelola, kurikulum, prestasi akademik dan non-akademik, karakter keagamaan, kualitas guru, sarpras, digitalisasi hingga kemitraan.
Staf Khusus Menteri Agama Bidang Pendidikan, Nona Gayatri Nasution, meminta gerak cepat. “Kepala madrasah harus visioner, kerja sama dengan komite harus kuat, dan guru BK juga harus masuk dalam tim,” ujarnya. Kemenag juga berkomitmen mengawal bantuan sarpras dan prinsip madrasah ramah anak.
Dukungan penuh juga disampaikan Kakanwil Kemenag Jabar Dudu Rohman. Menurutnya, MAN 2 Kota Sukabumi sebagai madrasah unggulan tidak cukup hanya cerdas akademik, tetapi harus berakhlak, beradab, dan berkontribusi untuk bangsa. Budaya literasi dan tradisi intelektual harus menjadi ciri khas.
Sementara Dekan Fakultas Sains dan Teknologi UIN Bandung, Hasniah Aliah, menyatakan kesiapan UIN menjadi ekosistem pengembangan. “Integrasi harus hadir dalam perangkat pembelajaran, cara guru mengajar, riset, serta pengalaman belajar. MAN 2 Kota Sukabumi memiliki ruang besar membangun kolaborasi agama dan sains,” tegasnya. Kolaborasi ini akan diwujudkan melalui pendampingan dosen, penelitian, modul ajar, hingga penguatan kompetensi siswa.***
-/Agus Pren
