Sumedang, idisionline.com – Tudingan publik terhadap tata kelola program ketahanan pangan (Ketapang) yang dialamatkan ke Desa Sukamanah, kecamatan Jatinunggal Kabupaten Garut, mulai menyeruak.

Pasca tayangnya sejumlah pemberitaan terkait carut marutnya program ketapang diwilaysh itu. Sejatinya program itu jadi penopang ekonomi warga bukan malah jadi bancakan

Aroma tak sedap yang dialamatkan ke Desa sukamanah dalam pengelolaan progran ketapang untuk usaha ternak domba.

Diketahui berdasarkan catatan data, Desa sukamanah mengucurkan anggaran sebesar Rp.202.000.000 yang digunakan untuk ternak domba.

Namun anggaran sebesar itu hanya digunakan untuk membeli beberapa ekor domba. Dugaan ketidaksesuaian anggaran dan belanja domba, menimbulkan persepsi negif dikalangan masyarakat setempat.

“Itu mah bukan program pemerintah, namun ajang bisnis desa dan Bumdes. Orang awam juga pasti tahu harga beli Domba. Kuat dugaan adanya mark up anggaran, kemudian hasil dan mafaatnya tidak dirasaka” ungkap warga memcibir.

Semrtara itu diketahui Desa Sukamanah dalam tahun anggaran sebelumnya kerap kucurkan anggaran dari kantong Dana Desa sebagai penyertaan modal Bumdes.

Ironisnya tumbuh kembang BUMDesa Suksmanah terkesan mati suri, kontribusi yang  diharapkan melalui PADdes, nol besar.

Sayangnya sejauh ini, Baik Kepala Desa, Direktur Bumdes Kersamanah serta pihak berkompeten lainnya belum dapat diminta penjelasan.

Guna memperoleh informasi yang valid dan aktual serta terciptanya kepstian hukum, APH dinimta turun tangan lakukan lidik dan audit secara menyeluruh.

***Her

Info Lainnya  Dandim 0607 Hadiri Sekar Budaya, Semarak HJKS ke-156 Penuh Pesan Pelestarian Budaya Sukabumi