KARAWANG, Idisionline.com – Kreativitas warga mewarnai kegiatan Gebyar Pelayanan Administrasi Terpadu Kecamatan (PATEN) 2026 di Kecamatan Rawamerta, Kabupaten Karawang, Selasa (22/9/2026).
Dua warga, Fakih Habibul Malik dan Dian Herdiana, menarik perhatian melalui karya seni lukis potret dan siluet Bupati Karawang H. Aep Syaepuloh.
Fakih, warga Sukapura, Kecamatan Rawamerta, melukis potret Bupati Aep menggunakan pensil dengan gaya realisme. Sementara Dian, warga Sampora, menampilkan karya seni siluet yang dibuat dengan penuh ketekunan.
Kehadiran keduanya mendapat apresiasi dari Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Rawamerta, Sandi Susilo. Ia menilai kreativitas tersebut menjadi potensi warga yang perlu terus dikembangkan.
“Alhamdulillah, ini salah satu kreativitas warga Kecamatan Rawamerta yang sedang kita kembangkan agar lebih maju dan dikenal masyarakat Karawang,” ujar Sandi.
Menurutnya, karya Fakih dan Dian menunjukkan bahwa masyarakat memiliki potensi kreatif yang bisa dikembangkan menjadi peluang usaha.
Pihak kecamatan, kata Sandi, berharap dapat memberikan pendampingan dan pembinaan agar para pelukis terus berkembang serta memiliki wadah untuk menyalurkan kreativitasnya.
“Kami mengapresiasi mereka berdua yang telah melukis Bapak Bupati. Harapannya, ke depan para pelukis ini bisa terus berkembang, mendapatkan pendampingan, dan memiliki wadah kreatif,” katanya.
Sandi juga menilai dukungan masyarakat dan adanya peminat menjadi bagian penting dalam mendorong keberlanjutan karya seni lokal.
Menurutnya, kreativitas warga tidak hanya menjadi sarana berekspresi, tetapi juga berpotensi memberikan nilai ekonomi apabila mendapat dukungan dan pasar.
“Kami berharap para pelukis ini bisa semakin maju, dikenal masyarakat luas, dan mendapatkan pembinaan maupun pendampingan,” tambahnya.
Sementara itu, Fakih mengaku telah menyukai dunia menggambar sejak duduk di bangku sekolah dasar. Ketertarikannya terus berkembang hingga kini ia menekuni seni lukis sekaligus menerima pesanan potret.
Bagi Fakih, melukis bukan sekadar hobi, tetapi juga menjadi salah satu sumber penghasilan di samping pekerjaannya sebagai penjahit.
Adapun Dian mulai tertarik melukis setelah melihat karya temannya. Di tengah kesibukannya berjualan di warung, ia terus belajar dan mengembangkan keterampilan seni.
Kehadiran kedua pelukis dalam Gebyar PATEN Rawamerta menjadi salah satu ruang untuk memperkenalkan potensi kreativitas masyarakat sekaligus membuka peluang pengembangan usaha berbasis seni lokal.
