Tebingtinggi, idisiOnline-Dua rumah yang bersebelahan milik Pasu Br. Simarmata dan Ibu Tika di Jalan Yos Sudarso, Kelurahan Tanjung Marulak, Lingkungan 03, Kecamatan Rambutan, Kota Tebing Tinggi kembali dibongkar maling pada Selasa malam dan baru diketahui pada Rabu pagi, 4 November 2026. Kejadian ini membuat warga setempat sangat resah karena aksi pencurian ini berulang kembali hanya dalam kurun waktu 10 hari.
Akibat aksi pembongkaran tersebut, kedua korban mengalami kerugian materil hingga jutaan rupiah, dengan riwayat pencurian yang ternyata sudah terjadi sebanyak dua kali di rumah Pasu Br. Simarmata.
Ada pun kronologi Kejadian Pertama (25 Oktober 2026),Pembongkaran pertama terjadi saat Pasu Br. Simarmata terpaksa mengosongkan rumah karena takut tinggal sendirian. Hal ini dikarenakan orang tuanya sedang pergi ke Medan untuk menginap di rumah adiknya. Hanya berselang sekitar 10 hari dari kejadian pertama,3november 2026,maling kembali menyatroni rumahnya dan rumah Ibu Tika di sebelahnya secara bersamaan hingga menguras habis barang-barang berharga di dalamnya.
Peristiwa rumah nya dibongkar maling diketahui oleh seorang warga setelah melihat lampu depan rumah mati dan jendela samping telah terbuka.Melihat keadaan itu ia langsung masuk ke rumah dan melihat isi rumah sudah tidak ada .
Di mana maling tersebut tidak hanya mengincar barang elektronik portabel (Tv,Mesin Cuci,Kulkas, mesin air) tidak hanya itu saja tetapi juga mempreteli infrastruktur rumah seperti , bola lampu, hingga kabel instalasi listrik yang tertanam di dinding, smua habis di bersihkan maling.
Pihak kepolisian sudah dua kali melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) setelah rumahnya dibongkar dan saya berharap semoga Polisi dapat menangkap maling maling yang selalu meresahkan warga khusus nya di KelurahanTanjung Marulak”,ucap Pasu
Pak Pasu juga mendesak seluruh warga di Kelurahan Tanjung Marulak, Kecamatan Rambutan,dapat bekerja sama untuk menjaga kampung ini agar rasa aman kembali pulih dari ancaman komplotan spesialis pembobol rumah kosong, harapannya.
Suarno Sinambela,tokoh masyarakat menyoroti masalah keamanan lingkungan dengan menekankan bahwa meskipun pencurian adalah “penyakit masyarakat” yang sayangnya sering terjadi, kasus di mana satu rumah dibobol hingga dua kali merupakan kejadian yang tidak biasa dan memerlukan perhatian ekstra.
Sinambela menambahkan, pencurian pertama sebenarnya sudah dilaporkan kepada pihak kepolisian namun belum berhasil terungkap. Ironisnya, hanya dalam hitungan hari, rumah korban kembali dibobol. Menurutnya, sangat wajar jika korban yang merupakan janda dari mendiang Udin Siahaan tersebut meminta polisi bertindak cepat menangkap pelaku agar kejadian serupa tidak sampai terulang untuk ketiga kalinya.













