Kab. Tasikmalaya, Idisi Online – Terhitung sejak Januari 2020, Program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) yang dikelola kementrian Sosial (KEMENSOS) RI resmi bertransformasi me jadi program Bantuan sembako. Hal ini dilakukan dalam rangka mewujudkan pengiatan perlindungan sosial dan meningkatkan efektivitas program bantuan sosial pangan kepada keluarga penerima manfaat (KPM).

Program Pemerintah Pusat berupa Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) pada tahun 2020, berubah nomenklatur menjadi Program bantuan sembako. Sebelumnya nilai bantuan tersebut hanya bisa ditukar dengan komoditi pangan berupa beras dan telur pada tahun 2019, sedangkan untuk tahun selanjutnya ini dapat ditukar dengan komoditi bahan pangan diantaranya sumber karbohidrat berupa beras, jagung sagu; sumber protein nabati berupa kacang-kacangan, tempe, tahu; sumber protein hewani berupa daging ayam/sapi, ikan segar; dan sumber vitamin/mineral berupa buah dan sayuran.

Harapannya program Sembako yang menyasar KPM di Kabupaten Tasikmalaya terutama di Desa-desa, dapat bermanfaat untuk memenuhi kebutuhan gizi sehingga berdampak kepada kesejahteraan masyarakat. Jenis komonditi yang dibelanjakan juga ada peningkatan. Semula hanya beras, gula, minyak dan telor tahun ini ditambah sayuran dan buah-buahan serta ikan. Demikian penjelasan Deden Kurnia (Kabid) Bantuan Sosial Pangan Kementerian Sosial yang bertugas di Kabupaten Tasikmalaya.

Hal tersebut disampaikan saat sosialisasi adanya perubahan program tersebut di hadapan para pengurus serta pendampingnya di Kabupaten Tasikmalaya, selasa 4/3/2025. Menurut Deden Kurnia perubahan ini perlu disosialisasikan agar masyarakat paham akan tujuan perubahan komonditi tersebut adalah semata untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat karena tercukupi adanya sayuran, buah serta protein nabati dan hewani.
“Untuk ini sebagai penyedia komonditi tersebut diharapkan dapat menambah kebutuhan penerima manfaat yaitu sayuran dan buah-buahan termasuk, ayam, jenis ikan yang lainnya. Prinsipnya jangan sampai yang sudah berjalan selama ini mengalami kerugian lantaran barang dagangan tambahannya tadi tidak habis di jual sehingga mengalami kerugian” terang Deden Kurnia.
Selain itu Deden juga berharap agar masyarakat yang sudah merasa mampu sebaiknya sadar diri untuk mundur dari bantuan tersebut, agar semua berjalan dengan lancar dan kondusif.” Tegas Deden Kurnia.
Rep. Iwan Kurniawan, ST






