Bandung, Idisi Online – Penggunaan flipbook dalam pembelajaran Sejarah Musik Barat menghadirkan inovasi pendidikan yang memadukan teknologi dan pendekatan kolaboratif untuk meningkatkan kemampuan berpikir tingkat tinggi (HOTS) pada generasi Z. Dikembangkan melalui proses uji coba, evaluasi, dan penyempurnaan secara metodis sebelum akhirnya diperkenalkan kepada guru dan siswa di sekolah.
Produk inovatif ini merupakan luaran dari kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat yang diketuai oleh Dr. Susi Gustina, M.Si., dosen Program Studi Pendidikan Musik, Universitas Pendidikan Indonesia. Sebagai langkah awal, flipbook ini telah diujicobakan secara terbatas di SMA Negeri 3 Cimahi dan Alfa Centauri Bandung.
Hasilnya menunjukkan bahwa media pembelajaran ini memiliki keandalan dalam mengembangkan pemahaman siswa SMA terhadap sejarah musik Barat secara mendalam.
Raudia Sukma, guru musik di SMA Negeri 3 Cimahi, menilai bahwa penggunaan media flipbook ini sangat efektif dalam meningkatkan partisipasi siswa.
“Media flipbook ini sangat membantu siswa dalam berdiskusi secara aktif untuk memahami lebih dalam tentang sejarah musik Barat,” tuturnya.
Sementara itu, guru musik di SMA Alfa Centauri Bandung mengungkapkan bahwa flipbook ini menawarkan pengalaman belajar yang lebih kaya.
“Dengan media ini, siswa tidak sekadar membaca teksnya saja, tetapi juga bisa mengapresiasi secara audio-visual tentang gramatika musik yang dibahas di dalamnya,” jelasnya.
Dalam penerapannya di sekolah, flipbook ini digunakan oleh guru untuk membentuk kelompok kecil siswa yang berdiskusi, menganalisis, dan mengapresiasi karya musik klasik. Melalui pendekatan ini, siswa tidak hanya memperoleh wawasan baru tetapi juga terlatih dalam berpikir kritis dan kreatif.
Keberhasilan model ini tidak lepas dari kolaborasi antara perguruan tinggi dan sekolah menengah yang menciptakan pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan generasi muda.
Flipbook sebagai media digital ini menjadi solusi efektif untuk mendekatkan siswa pada sejarah musik Barat dengan cara yang menarik dan modern. Untuk pengembangan ke depan, evaluasi yang lebih terukur direncanakan untuk memperkuat dampak positif model ini terhadap pendidikan musik di Indonesia.
Redaksi IO***





