Berita

Forum Mitra Torganda Desak Verifikasi 47 Ribu Hektare Lahan, Minta Dua Putusan MA Dieksekusi

×

Forum Mitra Torganda Desak Verifikasi 47 Ribu Hektare Lahan, Minta Dua Putusan MA Dieksekusi

Sebarkan artikel ini

MEDAN , idisiOnline-Forum Masyarakat Mitra Torganda bersama perwakilan masyarakat dari Koperasi Bukit Harapan dan Koperasi Persadaan Simangambat Ujung Batu (PARSUB) mendesak pemerintah melakukan verifikasi ulang terhadap pengelolaan lahan perkebunan kelapa sawit seluas 47.000 hektare di Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta) dan Padang Lawas (Palas), Sumatera Utara.

Desakan tersebut disampaikan dalam konferensi pers bersama wartawan di Medan, Rabu (4/11/2026). Mereka mempersoalkan penyitaan lahan oleh Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) yang kemudian menyerahkan pengelolaannya kepada PT Agrinas Palma Nusantara.

Selain meminta verifikasi lahan, forum tersebut juga menuntut pelaksanaan dua putusan Mahkamah Agung (MA) tahun 2018, yakni Nomor 885 K/Pdt/2018 dan Nomor 2904 K/Pdt/2018, yang berkaitan dengan gugatan Koperasi PARSUB dan Koperasi Bukit Harapan.

Juru Bicara masyarakat yang tergabung dalam Koperasi Bukit Harapan dan PARSUB, Abdul Aziz Manurung, menjelaskan bahwa lahan perkebunan seluas 47.000 hektare tersebut berasal dari penyerahan lahan masyarakat kepada PT Torganda melalui kerja sama perkebunan kelapa sawit dengan pola pembagian 60:40.

Menurut Abdul Aziz, kerja sama tersebut berlangsung sejak rentang tahun 1990-an hingga 2000-an. Pelaksanaannya tidak dimulai secara bersamaan di empat kecamatan, melainkan berlangsung pada tahun berbeda, mulai 1998, 2000-an, hingga 2004 dan 2005.

Adapun empat kecamatan tersebut terdiri dari Kecamatan Simangambat dan Ujung Batu di Kabupaten Padang Lawas Utara, serta Kecamatan Huristak dan Huta Raja Tinggi di Kabupaten Padang Lawas.

Ia menyebutkan, dalam skema kerja sama tersebut, 60 persen hasil pengelolaan kebun menjadi bagian perusahaan, sedangkan 40 persen diperuntukkan bagi masyarakat.

Abdul Aziz mengatakan, selama kerja sama berlangsung, masyarakat yang menjadi mitra perkebunan memperoleh hasil kebun setiap bulan. Nilainya berkisar Rp1,5 juta hingga Rp3,5 juta.

Ia juga menjelaskan bahwa pengelolaan perkebunan menggunakan sistem single management, sehingga operasional kebun tetap dilakukan perusahaan. Sementara itu, masyarakat menerima pembagian hasil yang selama ini mereka sebut sebagai gaji.

Dari total 47.000 hektare lahan perkebunan tersebut, Abdul Aziz menyebut sekitar 9.500 hektare telah memiliki sertifikat hak milik (SHM) yang diterbitkan pada 2002–2003. Selain sertifikat, sebagian lahan masyarakat lainnya memiliki Surat Keterangan Tanah (SKT) dan Surat Keterangan Ganti Rugi (SKGR).

Persoalan mulai muncul pada 2006 setelah terjadi penindakan terhadap pemilik perusahaan terkait status lahan yang disebut berada dalam Register 40. Abdul Aziz merujuk Putusan Nomor 2642 K/Pid/2006 yang dipublikasikan pada 2007. Saat itu, menurut dia, sempat terjadi embargo sehingga hasil perkebunan tidak diperbolehkan keluar.

Dalam perkembangannya, Koperasi Bukit Harapan dan Koperasi PARSUB dibentuk untuk mengorganisasi kepentingan masyarakat yang bekerja sama dengan PT Torganda.

Pada 2015, kedua koperasi tersebut mengajukan gugatan perdata terhadap Menteri Kehutanan dan sejumlah pihak ke Pengadilan Negeri Padangsidimpuan.

Perkara tersebut kemudian berlanjut hingga Mahkamah Agung menerbitkan dua putusan pada 2018. Untuk Koperasi PARSUB tercatat Putusan Nomor 885 K/Pdt/2018, sedangkan Koperasi Bukit Harapan memperoleh Putusan Nomor 2904 K/Pdt/2018.

Abdul Aziz menjelaskan, menurut pemahaman pihaknya, inti putusan tersebut antara lain menyatakan bahwa area yang disebut Register 40 bukan kawasan hutan serta memerintahkan pihak-pihak tergugat agar tidak mengganggu aktivitas perkebunan masyarakat di lahan seluas 47.000 hektare tersebut.

Ia merinci, dari keseluruhan lahan itu, sekitar 24.000 hektare merupakan bagian Koperasi PARSUB, sedangkan 23.000 hektare lainnya merupakan bagian Koperasi Bukit Harapan.

Persoalan kembali mencuat pada April–Mei 2025, ketika Satgas PKH melakukan penyitaan terhadap lahan tersebut. Setelah penyitaan, pengelolaan perkebunan diserahkan kepada PT Agrinas Palma Nusantara.

Info Lainnya  Pelaksanaan Upacara Hari Kemerdekaan Indonesia ke-76 Tingkat Kecamatan Ibun Dilaksanakan Secara Virtual

Abdul Aziz menilai, sebelum pengelolaan dialihkan, seharusnya dilakukan verifikasi untuk memisahkan lahan yang menjadi hak perusahaan dan lahan yang menjadi hak masyarakat.

Namun, menurut keterangannya, pemisahan tersebut tidak dilakukan. PT Agrinas Palma Nusantara kemudian membentuk Koperasi Barumun Agro Nusantara (BAN) untuk mengelola lahan perkebunan seluas 47.000 hektare itu.

Ia mempersoalkan keanggotaan Koperasi BAN karena menurut pihaknya, sejumlah masyarakat yang sebelumnya menjadi mitra perkebunan tidak lagi tercatat sebagai anggota. Bahkan, masyarakat yang bergabung dengan koperasi tersebut disebut tidak lagi menerima hasil seperti sebelumnya.

Abdul Aziz menyampaikan, hasil yang diterima sebagian anggota hanya berkisar Rp270.000 hingga Rp340.000 setiap tiga bulan, jauh dibandingkan penerimaan sebelumnya yang mencapai Rp1,5 juta hingga Rp3,5 juta per bulan.

Kondisi tersebut, menurut dia, menimbulkan kekecewaan di kalangan masyarakat. Sebagian warga juga meminta agar kepemilikan dan dokumen lahan diverifikasi terlebih dahulu sebelum pengelolaan dilanjutkan.

Ia mengatakan, masyarakat telah menunggu proses verifikasi yang sebelumnya disebut akan dilakukan PT Agrinas. Namun, setelah menunggu selama satu, dua, hingga tiga bulan, bahkan sampai setahun, menurutnya belum ada kejelasan.

Abdul Aziz juga mempersoalkan adanya warga pemilik sertifikat hak milik yang berupaya mengambil kembali lahan perkebunannya, tetapi menurut keterangannya, mendapat hambatan dari pihak PT Agrinas dan Koperasi BAN.

Ia menyebutkan, dalam sejumlah peristiwa di lapangan turut hadir personel militer dan Brimob untuk pengamanan. Masyarakat yang berupaya memasuki lahan sendiri, menurut dia, kemudian dianggap hendak melakukan pencurian.

Abdul Aziz mempertanyakan dasar legalitas penguasaan lahan oleh PT Agrinas. Menurut dia, dokumen yang diperlihatkan kepada masyarakat berupa berita acara penyerahan lahan dari Satgas PKH, sementara masyarakat memiliki dokumen berupa SHM, SKT, dan SKGR.

Sementara itu, Ketua Forum Masyarakat Mitra Torganda, H. Tongku Khalik Hasibuan, menyampaikan bahwa forum tersebut telah berdiri sejak sekitar 20 tahun lalu, ketika masyarakat dari empat kecamatan menjalin kemitraan dengan PT Torganda.

Ia mengatakan, masyarakat di dua kabupaten tersebut sebelumnya tidak mengalami benturan maupun persoalan selama menjalankan kerja sama perkebunan. Namun, setelah lahan disita Satgas PKH dan pengelolaannya diserahkan kepada PT Agrinas, masyarakat yang sebelumnya menerima manfaat dari perkebunan mengaku tidak lagi memperoleh hasil seperti dahulu.

Tongku Khalik juga mempersoalkan pembentukan Koperasi BAN. Menurut dia, keanggotaan koperasi tersebut semestinya diverifikasi oleh pemerintah setempat untuk memastikan keterlibatan masyarakat asli yang memiliki hubungan dengan tanah ulayat maupun dokumen kepemilikan lahan.

Ia memperkirakan anggota Koperasi BAN yang berasal dari masyarakat setempat hanya sekitar 40 persen. Selebihnya, menurut keterangannya, merupakan masyarakat dari luar yang tidak memiliki kaitan dengan tanah ulayat, sertifikat, maupun SKT warga.

Sekretaris Forum Masyarakat Mitra Torganda, Batara Kurnia, S.H., turut meminta perhatian pemerintah pusat terhadap persoalan yang dialami masyarakat di dua kabupaten dan empat kecamatan tersebut.

Batara mengatakan, forum berharap media dapat menyampaikan persoalan tersebut kepada pemerintah, termasuk lembaga-lembaga yang tergabung dalam Satgas PKH dan proyek PSN Sawit Nasional.

Ia mengungkapkan, pada Mei 2005 terdapat surat keputusan penunjukan Tim Konsolidasi dari Agrinas Palma yang saat itu dipimpin Direktur Perkebunan bernama Cucu Sumantri. Dalam surat keputusan tersebut, nama Ketua Forum Masyarakat Mitra Torganda disebut turut tercantum.

Menurut Batara, dari proses Tim Konsolidasi tersebut kemudian muncul Koperasi BAN. Namun, ia menyampaikan kekecewaan karena masyarakat yang mengaku memiliki bukti kepemilikan tanah berupa sertifikat dan surat sporadik merasa tidak terdata maupun diverifikasi.

Info Lainnya  Proyek Pemeliharaan Jalan Utama Kab. Cirebon Digenjot Jelang Nataru

Batara juga menolak anggapan bahwa masyarakat tidak bersedia mengikuti proses konsolidasi. Ia menegaskan, persoalan yang mereka sampaikan berkaitan dengan pendekatan dan pelaksanaan konsolidasi di lapangan yang menurut mereka tidak sesuai dengan kondisi serta dokumen kepemilikan yang dimiliki.

Dalam sesi tanya jawab, seorang wartawan menanyakan sejak kapan PT Agrinas menguasai lahan tersebut, bagaimana proses masuknya Satgas PKH pada 2025, serta apakah masyarakat telah melakukan komunikasi atau mendatangi pihak-pihak terkait pembentukan Koperasi BAN.

Wartawan lainnya mempertanyakan kerugian materiil dan nonmateriil yang dialami masyarakat, termasuk kemungkinan warga merasa takut memasuki kebun sendiri. Pertanyaan juga diarahkan pada surat yang telah disampaikan kepada DPR RI dan Komnas HAM serta harapan masyarakat terhadap Presiden Prabowo Subianto.

Menanggapi hal tersebut, perwakilan 25 ketua kelompok dalam Forum Masyarakat Mitra Torganda, Edysan Evan Hasibuan, mengatakan Satgas PKH pernah mengundang para ketua kelompok pada April 2025.

Menurut Edysan, dalam pertemuan tersebut masyarakat mendapat penjelasan bahwa hak-hak mereka sebagai masyarakat plasma tidak akan dihilangkan. Namun, ia menilai kondisi yang terjadi hingga saat ini tidak sesuai dengan harapan tersebut.

Edysan mengaku masyarakat telah kehilangan penerimaan hasil kebun selama sekitar satu tahun. Selain itu, warga yang memiliki SKT dan SHM disebut mengalami hambatan ketika hendak memasuki lahan.

Ia juga menyampaikan bahwa masyarakat pernah menggelar aksi damai dalam enam bulan terakhir. Namun, menurut keterangannya, aksi tersebut dihadang karyawan Agrinas, Koperasi BAN, serta personel TNI dan Polri sehingga masyarakat tidak dapat menyampaikan aspirasi di lokasi.

Edysan berharap Presiden Prabowo Subianto memberikan perhatian terhadap persoalan agraria tersebut dan memerintahkan verifikasi ulang terhadap lahan seluas 47.000 hektare yang berada di dua kabupaten dan empat kecamatan.

Ia menegaskan, masyarakat memiliki dokumen berupa SKT, SHM, dan SKGR yang menurut mereka perlu diperiksa dalam proses verifikasi.

Dalam kesempatan yang sama, Abdul Aziz menyampaikan bahwa masyarakat telah mengirimkan surat kepada Komisi III DPR RI dan berharap persoalan hukum tersebut dapat dibahas melalui rapat dengar pendapat (RDP).

Ia juga meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memberikan perhatian terhadap pengelolaan perkebunan seluas 47.000 hektare tersebut.

Abdul Aziz mempertanyakan pembagian hasil perkebunan yang diterima masyarakat setelah pengelolaan beralih kepada PT Agrinas dan Koperasi BAN. Ia membandingkan penerimaan masyarakat pada 2024 yang disebut berkisar Rp1,5 juta hingga Rp3,4 juta per bulan dengan kondisi pada 2026 yang menurut keterangannya hanya sekitar Rp100.000 per bulan dari lahan seluas dua hektare.

Menurut perhitungannya, apabila penerimaan sebelumnya sebesar Rp1,5 juta per bulan dan saat ini hanya sekitar Rp100.000, terdapat selisih Rp1,4 juta per bulan untuk setiap dua hektare lahan.

Ia berharap KPK menelusuri pengelolaan dan pembagian hasil perkebunan tersebut agar persoalan yang dipermasalahkan masyarakat dapat menjadi jelas.

Menjawab pertanyaan wartawan mengenai langkah hukum, Edysan mengatakan bahwa persoalan daftar penerima manfaat atau CPPL di Padang Lawas sebelumnya telah masuk ke ranah kejaksaan pada 2025 melalui pihak mahasiswa.

Ia menyebut sejumlah pihak, termasuk dari kelompok masyarakat sendiri, telah dipanggil sebagai saksi. Namun, hingga konferensi pers berlangsung, menurut Edysan, belum ada kejelasan mengenai perkembangan penanganan perkara tersebut.

Edison menjelaskan, masyarakat juga telah menempuh jalur komunikasi dengan Tim Konsolidasi yang dibentuk Agrinas serta melakukan audiensi langsung kepada pihak Agrinas. Namun, ia mengaku belum memperoleh kepastian.

Info Lainnya  Lapas Kelas I Medan Peringati HBP ke-62, Siap Jalankan Program Strategis Pemasyarakatan

Selain itu, surat telah disampaikan kepada Satgas Kelapa Sawit Nasional dan pihaknya masih menunggu balasan undangan untuk bertemu langsung.

Edysan menegaskan bahwa masyarakat tetap mengharapkan pemerintah melakukan verifikasi terhadap lahan dan keanggotaan Koperasi BAN. Ia juga menyatakan masyarakat menolak apabila pembagian hasil perkebunan diarahkan menjadi 20 persen, karena mereka memahami pola kemitraan sebelumnya menggunakan pembagian 60:40 dengan porsi masyarakat sebesar 40 persen.

Terkait pelaksanaan dua putusan Mahkamah Agung, Abdul Aziz mengatakan pihaknya sedang menyusun permohonan eksekusi terhadap Putusan Nomor 885 K/Pdt/2018 dan Nomor 2904 K/Pdt/2018.

Namun, ia menyebut terdapat persoalan mengenai posisi pengurus kedua koperasi yang saat ini, menurut pengamatannya, berada dalam struktur kepengurusan Koperasi BAN. Kondisi tersebut dinilai berpotensi menghambat kedua koperasi dalam mengajukan permohonan eksekusi.

Abdul Aziz juga mempertanyakan dasar pelarangan masyarakat memasuki lahan yang mereka klaim sebagai miliknya, meskipun memiliki sertifikat hak milik.

Ia mengungkapkan, dalam pertemuan di Kantor Bupati Padang Lawas Utara yang turut dihadiri Kepala Kejaksaan Negeri dan Kapolres, dasar yang disampaikan terkait penguasaan lahan adalah berita acara penyerahan dari Satgas PKH.

Menurut Abdul Aziz, masyarakat juga pernah diminta mengajukan gugatan ke pengadilan apabila tidak menerima kondisi tersebut. Ia menilai masyarakat justru telah memiliki dokumen kepemilikan yang seharusnya menjadi bagian dari pemeriksaan persoalan lahan.

Salah seorang warga pemilik SKT, Marbun Harahap, yang berasal dari Desa Selagundi, Kecamatan Urta, Kabupaten Padang Lawas, turut menyampaikan keluhannya.

Marbun mengatakan, masyarakat telah berjuang selama kurang lebih satu tahun sejak penyerahan lahan kepada PT Agrinas. Menurut dia, pada awalnya masyarakat mendapat penjelasan bahwa hak mereka tidak akan terganggu, tetapi hingga saat ini belum memperoleh kejelasan.

Ia juga mempersoalkan keberadaan Koperasi BAN di lahan yang diklaim sebagai milik masyarakat. Marbun menyebut hasil perkebunan justru diterima pihak yang menurutnya tidak memiliki tanah di lokasi tersebut.

Marbun mengungkapkan, masyarakat telah dua kali melakukan aksi di kebun. Namun, menurut keterangannya, aksi tersebut berujung benturan dengan karyawan, termasuk peristiwa saling serang dan pembakaran.

Ia berharap pemerintah, khususnya Presiden Prabowo Subianto, turun melihat langsung persoalan yang dialami masyarakat agar tidak terjadi pertentangan antarmasyarakat.

Menanggapi pertanyaan mengenai kemungkinan pelaporan resmi, Abdul Aziz mengatakan pihaknya saat ini masih mengutamakan jalur komunikasi dan mediasi. Ia mengaku belum membuat laporan resmi karena menurut pandangannya, dalam sejumlah forum resmi masyarakat merasa belum mendapatkan dukungan yang diharapkan.

Meski demikian, Abdul Aziz menyatakan pihaknya telah menyiapkan langkah lanjutan berupa penyusunan draf permohonan eksekusi terhadap dua putusan Mahkamah Agung tersebut.

Ia mengatakan, apabila putusan tersebut tidak juga dijalankan, pihaknya akan mempertimbangkan langkah-langkah lain, termasuk kemungkinan menggelar aksi. Namun, menurut dia, masyarakat masih mengutamakan pendekatan persuasif selama jalur tersebut memungkinkan.

Abdul Aziz menegaskan, tujuan masyarakat adalah memperjuangkan lahan yang mereka klaim sebagai haknya dengan menunjukkan dokumen kepemilikan yang dimiliki.

Untuk memperoleh keberimbangan pemberitaan, redaksi telah menyampaikan permohonan konfirmasi dan klarifikasi kepada Humas PT Agrinas Palma Nusantara terkait berbagai persoalan yang disampaikan Forum Masyarakat Mitra Torganda dan perwakilan warga dalam konferensi pers tersebut.

Namun, hingga berita ini diterbitkan, Humas PT Agrinas Palma Nusantara, M Gatut Mukti belum memberikan tanggapan maupun penjelasan atas sejumlah pertanyaan yang diajukan redaksi. (***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Eksplorasi konten lain dari Idisi Online

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

news-1701

yakinjp

MAUJP

MAUJP

MAUJP

SATGASJITU

SLOT GACOR

SALAMJITU

SATGASJITU

SEMOGAJITU

SALAMJITU

Slot Gacor

MAUJP

Slot Gacor

SLOT GACOR

https://kominfo.belukab.go.id/

https://www.kampunginggris.id/

https://jhpartners.net/

informasi terbaru kabupaten belu 00000101

informasi terbaru kabupaten belu 00000102

informasi terbaru kabupaten belu 00000103

informasi terbaru kabupaten belu 00000104

informasi terbaru kabupaten belu 00000105

informasi terbaru kabupaten belu 00000106

informasi terbaru kabupaten belu 00000107

informasi terbaru kabupaten belu 00000108

informasi terbaru kabupaten belu 00000109

informasi terbaru kabupaten belu 00000110

informasi terbaru kabupaten belu 00000111

informasi terbaru kabupaten belu 00000112

informasi terbaru kabupaten belu 00000113

informasi terbaru kabupaten belu 00000114

informasi terbaru kabupaten belu 00000115

informasi terbaru kabupaten belu 00000116

informasi terbaru kabupaten belu 00000117

informasi terbaru kabupaten belu 00000118

informasi terbaru kabupaten belu 00000119

informasi terbaru kabupaten belu 00000120

informasi terbaru kabupaten belu 00000121

informasi terbaru kabupaten belu 00000122

informasi terbaru kabupaten belu 00000123

informasi terbaru kabupaten belu 00000124

informasi terbaru kabupaten belu 00000125

informasi terbaru kabupaten belu 00000126

informasi terbaru kabupaten belu 00000127

informasi terbaru kabupaten belu 00000128

informasi terbaru kabupaten belu 00000129

informasi terbaru kabupaten belu 00000130

informasi terbaru kabupaten belu 00000131

informasi terbaru kabupaten belu 00000132

informasi terbaru kabupaten belu 00000133

informasi terbaru kabupaten belu 00000134

informasi terbaru kabupaten belu 00000135

informasi terbaru kabupaten belu 00000136

informasi terbaru kabupaten belu 00000137

informasi terbaru kabupaten belu 00000138

informasi terbaru kabupaten belu 00000139

informasi terbaru kabupaten belu 00000140

informasi terbaru kabupaten belu 00000141

informasi terbaru kabupaten belu 00000142

informasi terbaru kabupaten belu 00000143

informasi terbaru kabupaten belu 00000144

informasi terbaru kabupaten belu 00000145

informasi terbaru kabupaten belu 00000146

informasi terbaru kabupaten belu 00000147

informasi terbaru kabupaten belu 00000148

informasi terbaru kabupaten belu 00000149

informasi terbaru kabupaten belu 00000150

informasi terbaru kabupaten belu 00000151

informasi terbaru kabupaten belu 00000152

informasi terbaru kabupaten belu 00000153

informasi terbaru kabupaten belu 00000154

informasi terbaru kabupaten belu 00000155

informasi terbaru kabupaten belu 00000156

informasi terbaru kabupaten belu 00000157

informasi terbaru kabupaten belu 00000158

informasi terbaru kabupaten belu 00000159

informasi terbaru kabupaten belu 00000160

article 48666670361

article 48666670362

article 48666670363

article 48666670364

article 48666670365

article 48666670366

article 48666670367

article 48666670368

article 48666670369

article 48666670370

article 48666670371

article 48666670372

article 48666670373

article 48666670374

article 48666670375

article 48666670376

article 48666670377

article 48666670378

article 48666670379

article 48666670380

article 48666670381

article 48666670382

article 48666670383

article 48666670384

article 48666670385

article 48666670386

article 48666670387

article 48666670388

article 48666670389

article 48666670390

article 48666670391

article 48666670392

article 48666670393

article 48666670394

article 48666670395

article 48666670396

article 48666670397

article 48666670398

article 48666670399

article 48666670400

article 48666670401

article 48666670402

article 48666670403

article 48666670404

article 48666670405

article 48666670406

article 48666670407

article 48666670408

article 48666670409

article 48666670410

article 58666670411

article 58666670412

article 58666670413

article 58666670414

article 58666670415

article 58666670416

article 58666670417

article 58666670418

article 58666670419

article 58666670420

article 58666670421

article 58666670422

article 58666670423

article 58666670424

article 58666670425

article 58666670426

article 58666670427

article 58666670428

article 58666670429

article 58666670430

article 58666670431

article 58666670432

article 58666670433

article 58666670434

article 58666670435

article 58666670436

article 58666670437

article 58666670438

article 58666670439

article 58666670440

article 58666670441

article 58666670442

article 58666670443

article 58666670444

article 58666670445

article 58666670446

article 58666670447

article 58666670448

article 58666670449

article 58666670450

article 58666670451

article 58666670452

article 58666670453

article 58666670454

article 58666670455

article 58666670456

article 58666670457

article 58666670458

article 58666670459

article 58666670460

article 58666670461

article 58666670462

article 58666670463

article 58666670464

article 58666670465

article 58666670466

article 58666670467

article 58666670468

article 58666670469

article 58666670470

article 58666670471

article 58666670472

article 58666670473

article 58666670474

article 58666670475

article 58666670476

article 58666670477

article 58666670478

article 58666670479

article 58666670480

article 58666670481

article 58666670482

article 58666670483

article 58666670484

article 58666670485

article 58666670486

article 58666670487

article 58666670488

article 58666670489

article 58666670490

article 58666670491

article 58666670492

article 58666670493

article 58666670494

article 58666670495

article 58666670496

article 58666670497

article 58666670498

article 58666670499

article 58666670500

article 58666670501

article 58666670502

article 58666670503

article 58666670504

article 58666670505

article 58666670506

article 58666670507

article 58666670508

article 58666670509

article 58666670510

artikel 88666670411

artikel 88666670412

artikel 88666670413

artikel 88666670414

artikel 88666670415

artikel 88666670416

artikel 88666670417

artikel 88666670418

artikel 88666670419

artikel 88666670420

artikel 88666670421

artikel 88666670422

artikel 88666670423

artikel 88666670424

artikel 88666670425

artikel 88666670426

artikel 88666670427

artikel 88666670428

artikel 88666670429

artikel 88666670430

artikel 88666670431

artikel 88666670432

artikel 88666670433

artikel 88666670434

artikel 88666670435

artikel 88666670436

artikel 88666670437

artikel 88666670438

artikel 88666670439

artikel 88666670440

artikel 88666670441

artikel 88666670442

artikel 88666670443

artikel 88666670444

artikel 88666670445

artikel 88666670446

artikel 88666670447

artikel 88666670448

artikel 88666670449

artikel 88666670450

artikel 88666670451

artikel 88666670452

artikel 88666670453

artikel 88666670454

artikel 88666670455

artikel 88666670456

artikel 88666670457

artikel 88666670458

artikel 88666670459

artikel 88666670460

artikel 88666670461

artikel 88666670462

artikel 88666670463

artikel 88666670464

artikel 88666670465

artikel 88666670466

artikel 88666670467

artikel 88666670468

artikel 88666670469

artikel 88666670470

artikel 88666670471

artikel 88666670472

artikel 88666670473

artikel 88666670474

artikel 88666670475

artikel 88666670476

artikel 88666670477

artikel 88666670478

artikel 88666670479

artikel 88666670480

artikel 88666670481

artikel 88666670482

artikel 88666670483

artikel 88666670484

artikel 88666670485

artikel 88666670486

artikel 88666670487

artikel 88666670488

artikel 88666670489

artikel 88666670490

artikel 88666670491

artikel 88666670492

artikel 88666670493

artikel 88666670494

artikel 88666670495

artikel 88666670496

artikel 88666670497

artikel 88666670498

artikel 88666670499

artikel 88666670500

artikel 88666670501

artikel 88666670502

artikel 88666670503

artikel 88666670504

artikel 88666670505

artikel 88666670506

artikel 88666670507

artikel 88666670508

artikel 88666670509

artikel 88666670510

artikel 98666670511

artikel 98666670512

artikel 98666670513

artikel 98666670514

artikel 98666670515

artikel 98666670516

artikel 98666670517

artikel 98666670518

artikel 98666670519

artikel 98666670520

artikel 98666670521

artikel 98666670522

artikel 98666670523

artikel 98666670524

artikel 98666670525

artikel 98666670526

artikel 98666670527

artikel 98666670528

artikel 98666670529

artikel 98666670530

artikel 98666670531

artikel 98666670532

artikel 98666670533

artikel 98666670534

artikel 98666670535

artikel 98666670536

artikel 98666670537

artikel 98666670538

artikel 98666670539

artikel 98666670540

artikel 98666670541

artikel 98666670542

artikel 98666670543

artikel 98666670544

artikel 98666670545

artikel 98666670546

artikel 98666670547

artikel 98666670548

artikel 98666670549

artikel 98666670550

news-1701
news-1701

yakinjp

MAUJP

MAUJP

MAUJP

SATGASJITU

SLOT GACOR

SALAMJITU

SATGASJITU

SEMOGAJITU

SALAMJITU

Slot Gacor

MAUJP

Slot Gacor

SLOT GACOR

artikel 000000121

artikel 000000122

artikel 000000123

artikel 000000124

artikel 000000125

artikel 000000126

artikel 000000127

artikel 000000128

artikel 000000129

artikel 000000130

artikel 000000131

artikel 000000132

artikel 000000133

artikel 000000134

artikel 000000135

artikel 000000136

artikel 000000137

artikel 000000138

artikel 000000139

artikel 000000140

artikel 000000141

artikel 000000142

artikel 000000143

artikel 000000144

artikel 000000145

artikel 000000146

artikel 000000147

artikel 000000148

artikel 000000149

artikel 000000150

artikel 000000151

artikel 000000152

artikel 000000153

artikel 000000154

artikel 000000155

artikel 000000156

artikel 000000157

artikel 000000158

artikel 000000159

artikel 000000160

artikel 000000161

artikel 000000162

artikel 000000163

artikel 000000164

artikel 000000165

artikel 000000166

artikel 000000167

artikel 000000168

artikel 000000169

artikel 000000170

artikel 000000171

artikel 000000172

artikel 000000173

artikel 000000174

artikel 000000175

informasi terbaru kabupaten belu 00000056

informasi terbaru kabupaten belu 00000057

informasi terbaru kabupaten belu 00000058

informasi terbaru kabupaten belu 00000059

informasi terbaru kabupaten belu 00000060

informasi terbaru kabupaten belu 00000061

informasi terbaru kabupaten belu 00000062

informasi terbaru kabupaten belu 00000063

informasi terbaru kabupaten belu 00000064

informasi terbaru kabupaten belu 00000065

informasi terbaru kabupaten belu 00000066

informasi terbaru kabupaten belu 00000067

informasi terbaru kabupaten belu 00000068

informasi terbaru kabupaten belu 00000069

informasi terbaru kabupaten belu 00000070

informasi terbaru kabupaten belu 00000071

informasi terbaru kabupaten belu 00000072

informasi terbaru kabupaten belu 00000073

informasi terbaru kabupaten belu 00000074

informasi terbaru kabupaten belu 00000075

informasi terbaru kabupaten belu 00000076

informasi terbaru kabupaten belu 00000077

informasi terbaru kabupaten belu 00000078

informasi terbaru kabupaten belu 00000079

informasi terbaru kabupaten belu 00000080

informasi terbaru kabupaten belu 00000081

informasi terbaru kabupaten belu 00000082

informasi terbaru kabupaten belu 00000083

informasi terbaru kabupaten belu 00000084

informasi terbaru kabupaten belu 00000085

informasi terbaru kabupaten belu 00000086

informasi terbaru kabupaten belu 00000087

informasi terbaru kabupaten belu 00000088

informasi terbaru kabupaten belu 00000089

informasi terbaru kabupaten belu 00000090

informasi terbaru kabupaten belu 00000091

informasi terbaru kabupaten belu 00000092

informasi terbaru kabupaten belu 00000093

informasi terbaru kabupaten belu 00000094

informasi terbaru kabupaten belu 00000095

informasi terbaru kabupaten belu 00000096

informasi terbaru kabupaten belu 00000097

informasi terbaru kabupaten belu 00000098

informasi terbaru kabupaten belu 00000099

informasi terbaru kabupaten belu 00000100

informasi terbaru kabupaten belu 00000101

informasi terbaru kabupaten belu 00000102

informasi terbaru kabupaten belu 00000103

informasi terbaru kabupaten belu 00000104

informasi terbaru kabupaten belu 00000105

informasi terbaru kabupaten belu 00000106

informasi terbaru kabupaten belu 00000107

informasi terbaru kabupaten belu 00000108

informasi terbaru kabupaten belu 00000109

informasi terbaru kabupaten belu 00000110

informasi terbaru kabupaten belu 00000111

informasi terbaru kabupaten belu 00000112

informasi terbaru kabupaten belu 00000113

informasi terbaru kabupaten belu 00000114

informasi terbaru kabupaten belu 00000115

informasi terbaru kabupaten belu 00000116

informasi terbaru kabupaten belu 00000117

informasi terbaru kabupaten belu 00000118

informasi terbaru kabupaten belu 00000119

informasi terbaru kabupaten belu 00000120

informasi terbaru kabupaten belu 00000121

informasi terbaru kabupaten belu 00000122

informasi terbaru kabupaten belu 00000123

informasi terbaru kabupaten belu 00000124

informasi terbaru kabupaten belu 00000125

informasi terbaru kabupaten belu 00000126

informasi terbaru kabupaten belu 00000127

informasi terbaru kabupaten belu 00000128

informasi terbaru kabupaten belu 00000129

informasi terbaru kabupaten belu 00000130

article 48666670361

article 48666670362

article 48666670363

article 48666670364

article 48666670365

article 48666670366

article 48666670367

article 48666670368

article 48666670369

article 48666670370

article 48666670371

article 48666670372

article 48666670373

article 48666670374

article 48666670375

article 48666670376

article 48666670377

article 48666670378

article 48666670379

article 48666670380

article 48666670381

article 48666670382

article 48666670383

article 48666670384

article 48666670385

article 48666670386

article 48666670387

article 48666670388

article 48666670389

article 48666670390

article 48666670391

article 48666670392

article 48666670393

article 48666670394

article 48666670395

article 48666670396

article 48666670397

article 48666670398

article 48666670399

article 48666670400

article 48666670401

article 48666670402

article 48666670403

article 48666670404

article 48666670405

article 48666670406

article 48666670407

article 48666670408

article 48666670409

article 48666670410

article 58666670411

article 58666670412

article 58666670413

article 58666670414

article 58666670415

article 58666670416

article 58666670417

article 58666670418

article 58666670419

article 58666670420

article 58666670421

article 58666670422

article 58666670423

article 58666670424

article 58666670425

article 58666670426

article 58666670427

article 58666670428

article 58666670429

article 58666670430

article 58666670431

article 58666670432

article 58666670433

article 58666670434

article 58666670435

article 58666670436

article 58666670437

article 58666670438

article 58666670439

article 58666670440

article 58666670441

article 58666670442

article 58666670443

article 58666670444

article 58666670445

article 58666670446

article 58666670447

article 58666670448

article 58666670449

article 58666670450

article 58666670451

article 58666670452

article 58666670453

article 58666670454

article 58666670455

article 58666670456

article 58666670457

article 58666670458

article 58666670459

article 58666670460

article 58666670461

article 58666670462

article 58666670463

article 58666670464

article 58666670465

article 58666670466

article 58666670467

article 58666670468

article 58666670469

article 58666670470

article 58666670471

article 58666670472

article 58666670473

article 58666670474

article 58666670475

article 58666670476

article 58666670477

article 58666670478

article 58666670479

article 58666670480

article 58666670481

article 58666670482

article 58666670483

article 58666670484

article 58666670485

article 58666670486

article 58666670487

article 58666670488

article 58666670489

article 58666670490

article 58666670491

article 58666670492

article 58666670493

article 58666670494

article 58666670495

article 58666670496

article 58666670497

article 58666670498

article 58666670499

article 58666670500

article 58666670501

article 58666670502

article 58666670503

article 58666670504

article 58666670505

article 58666670506

article 58666670507

article 58666670508

article 58666670509

article 58666670510

news-1701