Garut, idisionline.com- Program Ketahanan Pangan (Ketapang) yang dikelola Desa Sukajaya, Kecamatan Malangbong, Kabupaten Garut sejak digulirkan tahun 2024 dan 2025 yang menyerap anggaran TA senilai Rp. 218.652000 dan 2025 sekurangnya Rp. 200 juta bersumber dari Dana Desa (DD.
Usaha yang dikelola untuk program itu, menurut Bendahara Desa Sukajaya, Rini kepada awak media diruang kerjanya, Selasa (03/11/2026). menjelaskan secara rinci berdasarkan data.

“Untuk program ketahanan pangan tahun 2024 dibelikan mesin panel senilai Rp 218.652.000, untuk pengairan warga. Tahun 2025 kisaran modal yang kucurkan melalui BumDes sekitar 200 lebih untuk usaha ternak ayam petelor” jelas Rini.
Terpantau awak media sebelumnya dilokasi usaha ternak ayam sudah tidak produktif. Ayam sudah tidak bertelor dan angka kematian meningkat.
Hal itu terungkap dari penjelasan penjaga kandang yang berhasil diwawancarai.
“Produksi ayam sekarang tiap harinya hanya 2 kg, sementara jumlah ayam yang awalnya 500 ekor saat ini perkiraan tinggal 400 ekor. Baiknya temui pak Hilman supaya jelas” ungkapnya.
Berhasil ditemui dikantor Desa, Hilman yang juga merupakan perangkat Desa adik dari Kades menyatakan hal senada.
“Saya hanya diperbantukan di BumDes, karena para pengurusnya bekerja diluar kota. Kondisi usaha ternak ayam memang seperti itu, kami sedang berupaya memberi obat agar ayam kembali produktif”ucap Hilman.
Pertanyaan dan sorotan tajam masyarakat mengarah minimnya manfaat dan Nihilnya hasil yang dapat dari usaha BumDes sumbang pendapatan Asli Desa.
Sejauh ini hingga berita dipublikasi, awak media masih berupaya lakukan konfirmasi kepada pihak terkait, Direktur BumDes, Budi dihubungi melalui sambungan seluler, masih sibuk. Begitupun Kades belum dapat ditemui untuk diminta penjelasan resmi.
***Her













