Garut, idisionline.com – Program Ketahanan Pangan (Ketapang) yang diluncurkan Pemerintah Desa (Pemdes) Sukarasa Kecamatan Malangbong Kabupaten Garut sebagai implementasi dari program wajib pemerintah pusat.
Program yang dikelola Badan Usaha Milik Desa (BumDes) dengan penyertaan modal sekurangnya 20% dari Dana Desa (DD). Diakui Sekretaris Desa (Sekdes) saat diwawancarai awak Media, Selasa (03/11/2026).

“Penyertaan modal BumDes yang dikucurkan di tahun 2025 untuk program Ketapang sekitar Rp 193 juta. Usaha yang dikelola budidaya ikan. Sementara direktur Bumdesnya belum bisa untuk ditemui, lebih baik dengan Pak Kades agar lebih jelas” ujar Sekdes seraya menyodorkan handphone kepada awak media untuk berkomunikasi dengan Kades.
Terhubung melalui sambungan seluler WhatsApp, Kades Sukarasa, Dedi Efendi sesumbar dengan nada tendensius.
“Kalau mau silaturahmi silahkan saya tunggu di kolam, jangan cari cari kesalahan”ketusnya.
Berhasil ditemui dikolam ikan usaha BumDes di kampung Kubeng, Dedi sudah menunggu kehadiran awak medi, langsung menjelaskan tata kelola BumDes sejak dirinya menjabat Kades.
“Saya menjabat sejak 2021, sebetulnya saya tidak mau ada penyertaan modal BumDes, karena yang terdahulu juga tidak berhasil. namun regulasi memerintahkan lain.
“Penyertaan modal yang dikucurkan untuk BumDes semasa jabatan saya baru satu kali di tahun 2025, itupun karena diperintahkan oleh aturan. Sebenarnya tidak ada niat untuk modal BumDes, karena pengalaman sebelumnya BumDes tidak berjalan. Program Ketapang kami modalnya kami gunakan untuk Budi daya ikan nila, dengan lahan sewaan”jelasnya.
Berjalannya BumDes Sukarasa masih tampak terlihat ada kendati diakui Kades belum ada hasil yang optimal untuk membantu PADes.
“Beginilah berjalannya usaha BumDes, kami terus berupaya ditengah berbagai kendala. Belum buahkan hasil yang optimal untuk bantu sumbang PADes. Untuk biaya perawatan dan pakan saja sudah keteteran. Ya mudah mudahan kemudian hari bisa dirasakan hasil dan manfaatnya”imbuh Kades.
Sejauh ini, hingga berita dipublikasi belum didapat penjelasan atau tanggapan dari pihak terkait termasuk Direktur BumDes Ade Saripudin. Awak media masih berupaya melakukan pendalaman konfirmasi demi keberimbangan berita.
***Heryawan













