Garut, IO – Sejumlah lembaga pendidikan Nonformal yang terdiri dari Kelompok Bermain (Kober) dan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) yang berada dilingkup Dinas Pendidikan Kecamatan Caringin, Kabupaten Garut. Dikabarkan berjumlah lebih dari 60 lembaga.

Setiap tahunnya, lembaga-lembaga tersebut menerima Bantuan Operasional Pendidikan (BOP) atau BOSP yang dikucurkan dalam dua tahap tiap tahunnya.

Baru baru ini terendus isu miring dalam realisasi pencairan bantuan itu diwarnai adanya dugaan pungutan.

Pantauan awak media pada sejumlah lembaga yang ada di wilayah itu, disebut sebut tiap pencairan bantuan, tiap Kepala lembaga diharuskan setor sejumlah uang.

Hal tersebut ternyata sudah bukan lagi rahasia umum. Secara gamblang salah seorang kepala lembaga menyebut ada setoran ke seorang oknum Penilik PNF berinisial, TR.

“Memang pencairan BOP tiap tahap, selalu ada potongan senilai Rp. 10.000/murid yang dikenakan. Pungutan itu di akomodir pihak Dinas melalui PNF” ungkap sumber yang namanya tidak ditulis.

Nilai kutipan yang dikenakan tersebut tiap cair BOP. Jika BOP cair dua Kali, artinya kutipan uang yang tak jelas itu bernilai Rp.20.000/Murid.

Sementara jumlah Murid secara akumulasi dari setiap lembaga pendidikan tersebut, belum diketahui jumlah pastinya.

Rumor adanya dugaan praktik pungutan lliar yang dilakukan oleh pejabat dilingkup Dinas pendidikan Kecamatan Caringin, cukup menarik untuk ditesisik.

Namun sejauh ini hingga berita dilansir, pihak terkait yang disebut terlibat dalam praktik pungutan tidak jelas itu, belum bisa diminta penjelasannya.

Coba dihubungi melalui sambungan telepon dan pesan WhatsApp, TR sebagai oknum penilik yang keteribatan dalam dugaan pungutan liar tidak merespon.

Melalui pesan WhatsApp, Redaksi mencoba ajukan konfirmasi kepada TR. Kamis (01/10/2026). Dari 8 materi konfirmasi yang diajukan Redaksi, TR hanya menjawab 1 poin dengan singkat.

Info Lainnya  Berdalih Kelola Sekolah Jauh, Sejumlah Murid SMKS Al Qudsy Garut Disinyalir Fiktif

“Tidak ada potongan pak” tulisnya singkat.

Sementara detail konfirmasi yang dipertanyakan sebagai bagian dari keterbukaan informasi publik, TR seolah enggan menjelaskan. Kesan bungkam yang ditunjukan TR, seolah ada yang ditutupi dan tak mau terungkap. Persepsi negatif adanya dugaan pungli BOP kian menguat.

Sejauh ini, hingga berita dilansir, awak media masih berupaya mengumpulkan keterangan dan komfirmasi guna menghindari pemberitaan sepihak.

***Her/Red