KARAWANG – Sebuah cerita memprihatinkan muncul di tengah agenda Reses Ketua DPRD Karawang, H. Endang Sodikin, di Desa Purwasari, Kamis (12/2) malam.
Madrasah Darus Salam, tempat mengaji yang berdiri sejak 1982 di Kp. Warung Kebon, dilaporkan dalam kondisi membahayakan nyawa warga.
Abah Aceng Abdul Kohar, selaku pengelola madrasah, mengungkapkan momen mencekam yang dialami jemaah.
Meski warga sudah berupaya membangun lantai dua secara swadaya hingga tahap pengecoran, proyek tersebut terhenti karena keterbatasan biaya.
Dampaknya fatal. Saat hujan turun, air merembes ke instalasi kabel listrik yang bersentuhan dengan besi bangunan.
“Kemarin tembok dan besi sempat nyetrum. Beruntung tidak ada korban jiwa, tapi sekarang ibu-ibu pengajian dan anak-anak jadi takut kalau mau mengaji saat hujan,” kata Abah Aceng dengan nada sedih.
Tak hanya fisik bangunan, Abah Aceng juga berharap pemerintah memperhatikan nasib lima guru ngaji yang selama ini mengabdi dengan fasilitas seadanya.
Mendengar kondisi darurat tersebut, H. Endang Sodikin yang akrab disapa Kang HES, langsung memberikan tanggapan serius.
Politisi Gerindra ini memuji semangat warga yang sudah mulai membangun secara mandiri, namun ia menegaskan keselamatan jemaah adalah prioritas utama.
“Kita tidak boleh membiarkan warga beribadah dalam ketakutan. Pembangunan ini harus tuntas agar tidak ada lagi tragedi korsleting atau atap bocor,” tegas Kang HES.
Sebagai solusi konkret, Kang HES meminta pihak madrasah segera menyerahkan proposal resmi. Usulan tersebut akan dikawal melalui jalur Pokok Pikiran (Pokpir) DPRD untuk direalisasikan pada anggaran tahun 2027.
“Insya Allah, kita perjuangkan agar bangunan dua lantai ini selesai. Kami ingin tempat ibadah dan pendidikan di Karawang bukan hanya luas, tapi juga aman dan layak bagi masyarakat,” pungkasnya.
Antara Semangat Mengaji dan Ancaman Korsleting, Asa Warga Purwasari pada Ketua DPRD Karawang






