Kab Bandung, Idisi Online – Pasukan anggota TNI dari Kodim 0624/Kabupaten Bandung, beserta anggota Polri dibantu warga setempat dengan semangat gotong royong melakukan pengerjaan pengecoran jalan, dalam program TMMD Ke-127 di Kampung Babakan Simpang Gunung leutik Desa Cipelah Kecamatan Rancabali Kabupaten Bandung. Kamis (12/2/2026).
Hingga saat ini, pengecoran jalan telah mencapai sepanjang 200 meter dari total target 1.500 meter. Satgas TMMD bersama warga masyarakat melanjutkan tahapan pekerjaan dengan pemasangan begisting sebagai bagian dari persiapan pengecoran lanjutan.

Sejak pagi hari, anggota TNI dari Kodim 0624/Kab.Bandung beserta anggota Polri dibantu warga setempat berkumpul di lokasi dengan penuh semangat. Terlihat anggota Satgas membagi tugas secara terstruktur, mulai dari pengukuran dan perataan badan jalan, pemasangan papan begisting di sisi kiri dan kanan, hingga pengadukan material cor.
Warga masyarakat pun turut ambil bagian, ada yang membantu mengangkut pasir dan batu split, ada pula yang menyiapkan air serta merapikan jalur distribusi material agar proses pengecoran berjalan optimal.
Pada kesempatan tersebut, Danramil 2414/Ciwidey, Kapten Inf Supriyadi, kepada media menyampaikan bahwa seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan lancar, aman, dan tertib.
“Koordinasi yang solid antara TNI dan warga masyarakat menjadi kunci utama percepatan pembangunan infrastruktur di wilayah tersebut.” Ucapnya.
Lebih lanjut, ia mengatakan, program TMMD bukan sekadar membangun fisik, tetapi juga membangun kebersamaan dan semangat gotong royong di tengah masyarakat.
“Alhamdulillah, sampai hari ini progres pengecoran sudah mencapai 200 meter dari target 1.500 meter. Ini berkat kerja sama dan kekompakan antara anggota TNI, baik dari Koramil 2414/Ciwidey maupun Kodim 0624/Kabupaten Bandung, serta dukungan penuh dari warga masyarakat Desa Cipelah, dan hari ini kami melaksanakan pemasangan begisting sebagai tahapan penting sebelum pengecoran lanjutan dilakukan,” tuturnya.
Menurutnya, kualitas pekerjaan menjadi perhatian utama agar jalan yang dibangun benar-benar kokoh dan tahan lama. Kami tidak hanya mengejar target panjang, tetapi juga memastikan kualitas konstruksi sesuai standar. Setiap tahapan, mulai dari pemadatan tanah, pemasangan bekisting, hingga proses pengecoran, kami lakukan dengan pengawasan yang ketat.
“Harapannya, jalan ini nantinya dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang oleh masyarakat untuk menunjang aktivitas ekonomi, pendidikan, maupun pertanian”, harapnya.
Lebih lanjut, Kapten Inf Supriyadi, juga mengapresiasi antusiasme warga yang terlibat langsung dalam pengerjaan.
Kehadiran dan partisipasi aktif warga menjadi energi tambahan bagi kami. TMMD adalah wujud nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat. Ketika TNI dan masyarakat bersatu, pekerjaan seberat apa pun akan terasa ringan. Kami optimistis target 1.500 meter dapat tercapai tepat waktu dengan tetap mengedepankan faktor keamanan dan keselamatan kerja.
“Program TMMD ke-127 di Desa Cipelah ini diharapkan mampu membuka akses yang lebih baik bagi warga Kampung Babakan Simpang Gunung Leutik. Dengan infrastruktur jalan yang memadai, mobilitas masyarakat akan semakin lancar, distribusi hasil pertanian lebih mudah, dan roda perekonomian desa pun kian bergerak.
Semangat kebersamaan yang terbangun di lokasi TMMD menjadi bukti bahwa pembangunan tidak hanya soal beton dan aspal, tetapi juga tentang persatuan, kepedulian, dan tekad bersama untuk memajukan Desa.” Pungkas Danramil 2414/Ciwidey, Kapten Inf Supriyadi.
Rep. Edwin






