SOREANG, Idisi Online – Senin pagi (02/11/2026), halaman SMP Negeri 1 Soreang, Kabupaten Bandung, menjadi ruang perjumpaan antara dunia pendidikan dan institusi kepolisian. Sekitar 1.500 siswa berdiri mengikuti upacara bendera, sementara Kapolresta Bandung Kombes Pol Dr. Tri Suhartanto hadir sebagai pembina upacara.
Kegiatan berlangsung pukul 07.00 hingga 08.30 WIB di Jalan Ciloa Nomor 3, Desa Pamekaran, Kecamatan Soreang, Kabupaten Bandung.

Kehadiran pimpinan kepolisian di tengah lingkungan sekolah membawa pesan penting tentang perhatian terhadap pendidikan dan pembentukan karakter generasi muda.
Mengusung tema Polri Peduli Pendidikan, kegiatan tersebut memperlihatkan ruang pengabdian kepolisian tidak hanya berada di jalan raya, kantor pelayanan, atau lokasi penegakan hukum. Sekolah turut menjadi tempat membangun kedekatan dengan masyarakat, terutama generasi penerus bangsa.

Teladan Itu Penting
Pagi itu, barisan siswa menjadi pusat kegiatan. Para pemimpin pasukan menyiapkan peserta, kemudian pemimpin upacara memasuki lapangan untuk mengambil alih jalannya prosesi.
Kehadiran Kapolresta Bandung sebagai pembina upacara menempatkan seorang pejabat kepolisian di tengah lingkungan pendidikan. Sebuah perjumpaan sederhana, tetapi membawa simbol hubungan antara aparat negara, tenaga pendidik, dan pelajar.
Sejumlah pejabat turut menghadiri kegiatan tersebut. Di antaranya Kapolsek Soreang Kompol Oeng Hoeruman, Kabag SDM Polresta Bandung Kompol Cucu Safiyudin, serta Kepala SMP Negeri 1 Soreang H. Eceng.
Wakil Kepala Sekolah Drs. Miftahudin Djawahir, para guru, staf sekolah, dan perwakilan komite sekolah Drs. H. Ika Soewara turut mengikuti kegiatan. Bhabinkamtibmas Desa Pamekaran Aiptu Iman Solihin hadir mendampingi rangkaian agenda tersebut.
Kehadiran unsur kepolisian bersama pihak sekolah memperlihatkan kolaborasi lintas institusi dalam lingkungan pendidikan.
Ada Nilai Karakter
Ketika Sang Merah Putih dikibarkan, lagu Indonesia Raya mengiringi prosesi. Peserta kemudian mengikuti mengheningkan cipta, pembacaan Pancasila, serta Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.
Rangkaian tersebut bukan sekadar susunan acara seremonial. Di dalamnya terdapat pengulangan nilai kebangsaan, mulai dari penghormatan terhadap simbol negara hingga penguatan kesadaran berbangsa.
Agenda dilanjutkan dengan pembacaan Ikrar Pelajar Indonesia, visi dan misi SMP Negeri 1 Soreang, serta janji siswa dan siswi. Kedua bagian ini mempertegas identitas sekolah sekaligus mengingatkan peserta didik pada nilai, kedisiplinan, dan tanggung jawab dalam kehidupan akademik.
Di tengah perubahan zaman, pendidikan tidak cukup berhenti pada kemampuan menguasai pelajaran. Integritas, kepatuhan terhadap aturan, kepedulian sosial, serta kemampuan menghargai sesama menjadi bekal penting bagi anak muda menghadapi tantangan masa depan.
Amanat Pembina Upacara
Sebagai pembina upacara, Kapolresta Bandung Kombes Pol Dr. Tri Suhartanto menyampaikan amanat sebelum kegiatan memasuki rangkaian penutup. Setelah amanat, para siswa menyanyikan Mars SMP Negeri 1 Soreang. Doa kemudian mengakhiri rangkaian kegiatan pagi tersebut.
Bagi sekolah, upacara bendera merupakan agenda rutin. Akan tetapi, keterlibatan pimpinan kepolisian memberikan dimensi berbeda. Sekolah menjadi ruang komunikasi, tempat institusi negara mendekat kepada generasi muda melalui pendekatan pendidikan.
Dalam keterangannya, Kapolresta Bandung Kombes Pol Dr. Tri Suhartanto menyampaikan bahwa seluruh rangkaian kegiatan berlangsung lancar.
“Selama kegiatan berlangsung hingga selesai dalam keadaan aman dan kondusif,” tutur Kapolresta.
Pernyataan itu menutup laporan kegiatan di SMP Negeri 1 Soreang. Namun, makna Polri Peduli Pendidikan semestinya tidak berhenti ketika barisan siswa dibubarkan dan lapangan kembali lengang.
Sebab, kepedulian terhadap pendidikan membutuhkan kesinambungan. Bukan hanya kehadiran pejabat dalam upacara, melainkan langkah nyata menjaga sekolah sebagai tempat aman untuk belajar, bertumbuh, dan menyiapkan masa depan.
Tim Liputan Idisi Online
(Dehar KIM)













