Tebingtinggi, idisionline. Com-Inovasi rancangan Unit Transportir Sampah (UTS) yang digagas oleh Kabid Dinas Lingkungan Hidup Kota Tebingtinggi, Syahputra, sukses menuai banyak apresiasi dari berbagai pihak. Inovasi ini dinilai menjadi solusi taktis dan segar di tengah tantangan pengelolaan serta mobilitas pengangkutan sampah perkotaan yang semakin kompleks.Jumat, (9/1026)

Langkah solutif dan inovatif ditunjukkan oleh Kepala Bidang (Kabid) Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Syahputra. Melalui rancangan alat penanganan sampah terbaru yang dinamakan Unit Transportir Sampah (UTS), ia berhasil menciptakan sistem pengangkutan yang lebih efektif, bersih, dan ramah lingkungan. Inovasi ini pun langsung mendapat apresiasi tinggi dari jajaran pemerintah daerah dan masyarakat luas.

Pengembangan UTS dilatarbelakangi oleh tingginya mobilitas tumpukan sampah harian yang membutuhkan penanganan cepat agar tidak menimbulkan bau tidak sedap maupun pencemaran estetika kota. Alat ini dirancang secara khusus untuk mengoptimalkan proses pemindahan sampah, terutama dari wilayah pemukiman padat atau tempat penampungan sementara (TPS) menuju Tempat Pemrosesan Akhir (TPA).

Dalam keterangannya,berawal dari keprihatinan  dalam menangani sampah yang mana pada saat kendaraan operasional rusak sampah berhari2 tidak terangkut,dilakukan gotong royong bersama orang kantor dan petugas lapangan, ucapnya. 

Lanjut Syahputra menyampaikan bahwa inovasi UTS mengedepankan efisiensi waktu operasional dan keamanan lingkungan selama perjalanan. Alat ini mampu meminimalkan risiko ceceran sampah serta kebocoran air lindi (cairan sampah) yang kerap dikeluhkan oleh pengguna jalan, jelasnya. 

Dan melihat tumbukan sampah yang begitu banyak disejumlah TPS perlu penanganan yang efektif dengan menggunakan tekhnologi agar pekerjaan lebih efisien, tepat sasaran, hemat tenaga , waktu dan biaya dalam hal ini dilakukan sebagai langkah awal dalam penanganan sampah sebagaimana yang telah dilakukan oleh petugas lapangan dengan peralatan yang konvensional dimulai dari penggunaan cakar, untuk mengerok sampah dari TPS dimasukkan ke keranjang bambu kemudian dinaikkan ke truk sampah.begitu seterusnya sampai selesai.Dengan adanya alat ini agar lebih efisien,dengan langkah sampah dari TPS dipindahkan ke truk sampah melalui unit transfortir sampah, ungkapnya. 

Info Lainnya  Hadiri Perayaan  NATAL ASN Pemko TebingTinggi 2025, Wali Kota : Jangan Sekedar Seromi, Jadilah Pelopor Harmonisasi

Awak media memantau hal ini sangat positif dalam menangani sampah.Kami berharap inovasi ini tidak cukup sampai disini, ada pengembangan lebih lanjut dalam proses pengelolaan sampah, harapan syahputra. 

Pada saat Kabid Dinas Lingkungan Hidup diwawancara awak media di ruang kerja nya ,beliau menjelaskan bahwa rancangan ini bersumber dari dana swadaya.Alat ini akan bermanfaat untuk kegiatan -kegiatan gotong royong rutin dalam penanganan sampah.

Apresiasi pun datang dari berbagai pihak yang menilai langkah Kabid DLH ini sebagai bukti nyata reformasi birokrasi yang berorientasi pada pelayanan publik. Kehadiran UTS diharapkan tidak hanya mempercepat tata kelola kebersihan kota, tetapi juga menjadi pemantik bagi lahirnya inovasi-inovasi berbasis lingkungan lainnya di masa mendatang.