Sukabumi – idisionline.com || Polemik pengelolaan Aplikasi Ojol oleh pengurus Maxim di Kota Sukabumi dengan para Draiver Oj yang merasa dirugikan sehingga terjadi Demo oleh para draivernya yang dianggap seenak nya, managemaen Maxim lebih melihat pada peluang bisnis sefihak tanpa ada sosialisasi akan kenaikan potongan Order yang sudah disepakati bersama Pemkot bahwa potongan satu kali order 8% tapi pada kenyataan nya ada kenaikan tanpa pemberitahuan menjadi 12%. bahkan bisa lebih menurut salah satu pangakuan Draever ojol sebut saja MM yang tidak mau disebuf namanya .

Selain itu pendaftaran draever ojol baru terus dilakukan tanpa ada pembatasan maximal mereka seperti sedang cari bisnis tambahan dari pendaftaran baru dengan menjual Jaket dan Helm seharga Rp 350. 000.dan aturan kesepakatan bersama pemerintah mengenai potongan yg ditetap kan dilabrak nya pula

Soal berubah ubah potongan belum tuntas, sudab muncul lagi program Turbo kita ini seperti di jadikan objek tambahan untuk mendulang keuntungan tanpa mempertimbang kan efek beban kamj pada persaingan yang ditanggung oleh para Draiver.

Dengan penerimaan frarver baru makin bertambah banyak. muncul Progran Tubo baru dengan harga Rp. 15.000 / 3 jam tujuan nya agar draever lebih banyak dan cepat dapat tambahan order

Tentu Hal ini kami anggap sangat merugikan hanya menguntung kan sepihak dari fihak pengelola saja,

persoalaan ini perlu mendapat perhatian dari semua fihak terutama Pemkot dan DPRD agar tidak terjadi lagi, demo dari para Draiver ojol, dengan polemix ini

Selain itu tentu imbas nya merugi kan bagi warga sekitar yang ada wiliyilah kantor Maxim, Dengan adanya Demo karna hal ini sudah terjadi ber ulang ilang Warga pun meresa resah dan terganggu.

Info Lainnya  Walikota Hadiri Gala BPJS Ketenagakerjaan Di Hotel Horizon Kota Sukabumi

Pertama terjadj Demo akibat rebutan penumpang Angkot jurusan kabupaten – kota antar Greb Car dengan sopir angkot. hingga terjadi demo besar kedua belah fihak, yang melibatkan solidaritas ojol menjurus ke adu fisik kedua belah pihak, mungkin mengingat saat itu Aplikasi maxim baru hadir dikota Sukabumi dengan kedatangan pera pendemo Angkot ke kantor maxim itu sangat menggangu ketentraman warga setempat.

Kemudiam Demo Draiver ojol di kantor Maxim belum.lama ini terjadi lagi, dengan pengembokan kantor Maxim selams 5 hari oleh draever ojol yang berakhir hari senin tanggal 21 september 2026 dan akan berlanjut jika tidak ada titik temu atau solusi akibat managemen Maxim yang semena mena

Ketika kami mintai keterangan dari tuntutan demk itu pada prinsip mereka menyatakan ” program Torbo itu hilangkan atau kurangi jumlah bayar dan waktu nya dan jangan dopatok per 3 jam Rp.15.000 dan juga pendaftaran Draever baru batasi dan hentikan, kecuali ada yg undur diri, keluar dll. Baru buka pendaptaran baru.Kan itu akan lebih fair lah”  imbuh nya kesal

Tentu peran pemerintah dan DPRD atau Lsm harus ikut berperan aktip memantau pelayanan tata management pelaksanaan Aplikasi online yang banyak merugikan masyarakat sehingga setiap terjadi kesewengan segera mendapat perhatian dan tegoran langsung dari pemerintah kota sebelum terjadi Demo dan demo fatal yang merugikan semua fihak..malah tulinya Maxim dari tuntutan demo, yang ada Program turbo jam nya malah ditambah yang asal nya 3 jam / hari menjadi 5 jam / hari, apa sih kerugian mereka selama ??

Reporter : Elut Haikal