Garut, idisionline.com – Mengawali Tahun baru 2026 Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Garut laksanakan kegiatan yang cukup menyedot perhatian publik. Kegiatan bertajuk “Pembinaan Disiplin ASN”, malah dicederai dengan viralnya vidio suka ria nyanyian peserta, malah memicu cibiran dan kecurigaan publik.
Alih alih kegiatan pembinaan disiplin, vidio viral diruang publik, nyatanya berhasil bikin gerah masyarakat Garut. Kesan pelesiran buang anggaran penuh hura hura melekat dibenak publik dalam kegiatan yang dilaksanakan di Jogjakarta 15 hingga 17 Januari itu.
Urgensi pelaksanaan kegiatan yang mengambil tempat diluar daerah jadi pertanyaan mendasar. Kegiatan itu seolah teramat penting. Sementara Garut tak ada tempat untuk pelaksanaan. Skema pembiayaan dan sumber anggaran kegiatan tak luput dari sorotan penuh curiga, Ditengah efesiensi yang diterapkan, skala prioritas pemerintah terabaikan oleh kegiatan itu.

Beragam komentar dan tanggapan akan kegiatan itu menggiring opini miring dikalangan warga Garut. Pernyataan monohok terlontar dari Ketua Kaukus Peduli Pendidikan (KPP) H.M Jajang Nurjaman alias Ceng Djanu, saat diminta tanggapannya, Sabtu (17/01/2026). Dia berseloroh pegawai Disdik Garut kurang puas libur Nataru
”Kegiatan pegawai Disdik Garut ke Jogjakarta awal tahun, mungkin bagian dari program kerja Dinas dan sekaligus pelesiran. Karena libur Nataru kemarin Kadisdik Garut bersama staf nya, mungkin merasa masih kurang” Selorohnya.
Kesan Hura Hura dan hamburkan anggaran juga disayangkan Djanu hingga jadi vidio viral di medsos.
”Terekam dalam vidio yang menyebar luas diruang publik, dari mulai perjalanan saja, mereka bergembira ria sambil nyanyi nyanyi seperti anak TK. Otomatis persepsi publik menilai kegiatan pembinaan cuma jadi topeng hiburan ASN saja isinya pelesiran dan Hura Hura hamburkan anggaran”imbuh Ceng Djanu.
Tak dapat menyembunyikan kegeramannya pegiat pendidikan itu juga tegaskan momentum isra mi’raj harusnya jadi momen baik untuk membina mental spiritual ASN sebagai aparat negara pengemban amanah.
”Jika kegiatan bertajuk pembinaan disiplin ASN, pelaksanaan kegiatannya sudah tidak disiplin, bagaimana mau baik hasilnya. Padahal waktunya bertepatan dengan perayaan isra mi’raj. Momentum baik untuk pembinaan disiplin, mental spiritual terlebih bagi ASN, agar dapat mengemban tugas lebih baik dan amanah”tandasnya.
Diakhir wawancara, Ceng Djanu meminta Disdik Garut untuk segera memberikan penjelasan resmi dan terbuka terkait pelaksanaan kegiatan yang jadi perbincangan publik itu.
”Kegiatan itu tujuannya baik mungkin salah waktu dan tempat saja. Sementara kinerja pegawai Disdik Garut dalam pelayanan publik dinilai saja masih belum optimal. Kami kira wajar masyarakat kecewa da curiga pada kegiatan yang terkesan janggal itu. Msks agar ada kejelasan dan menghindari persepsi negatif, Kami minta Kadisdik Garut segera memberikan keterangan secara resmi dan terbuka untuk diketahui publik ” pungkas Djanu.
***Heryawan






