Oleh : Siti Supatmiati
Rabu, 28 Oktober 2026. Sudah Tiga tahun Gaza mengalami genosida, selama itu begitu banyak yang menjadi korban keganasan zionis Israel. Selain banyak menewaskan anak-anak, gempuran zionis juga telah banyak menewaskan para pelajar Palestina.
Selama tiga tahun konflik sebanyak 20748 pelajar Palestina tewas, begitu pula dengan tenaga pendidikan dan administrasi yang tewas di jalur gaza mencapai 1058. Sungguh bukan jumlah yang sedikit, kekejaman zionis Israel membuat Palestina telah kehilangan generasi penerusnya.
Dalam periode yang sama pasukan dan warga Israel meningkatkan serangan di Tepi Barat. Dimana dalam serangan itu banyak sekali warga Palestina tewas hingga mencapai 1210, begitu pula warga yang terluka yang mencapai 13.350, bahkan banyak pula warga Palestina yang ditahan oleh zionis Israel yang mencapai 24.600.
Seperti itulah kekejaman zionis Israel dalam upayanya menguasai tanah Palestina. Para penjajah tidak akan berhenti menyerang sebelum menguasai daerah jajahannya. Mereka melakukan penyerangan pada siapa saja termasuk pada anak-anak maupun pelajar.
Para penjajah merusak seluruh bangunan yang ada termasuk rumah sakit, sekolah, serta rumah penduduk. Akibat kerusakan ini hampir 700 ribu anak kehilangan sekolahnya.
Inilah bukti kekejaman zionis Israel yang telah menghancurkan masa depan anak-anak Palestina. Sehingga anak-anak Palestina kesulitan dalam memperoleh pendidikan. Mereka belajar di puing-puing bangunan sekolah yang telah hancur, dengan kondisi yang memprihatinkan.
Melihat keadaan seperti ini, negeri- negeri muslim seperti tidak berdaya dalam menghadapi kekejaman zionis, mereka hanya berdiam diri melihat saudaranya dibantai dan negerinya dihancurkan. Begitu pula dengan negara-negara adidaya dan lembaga internasional tidak ada yang mampu menghentikan pembantaian ini. Mereka hanya mengirim bantuan makanan serta obat-obatan, tidak ada satupun negara yang mengirimkan pasukannya untuk membantu rakyat Palestina dalam mengusir zionis Israel.
Saat ini Palestina sangat membutuhkan bantuan pasukan, untuk dapat membentuk kekuatan global dalam upaya mengusir penjajah zionis Israel. Terutama bantuan dari negeri-negeri muslim juga lembaga Internasional. Untuk membentuk kekuatan global diperlukan persatuan seluruh negeri kaum muslimin.
Namun dalam sistem Kapitalisme hal ini sangat sulit dilakukan, karena adanya sekat nasionalisme. Dimana masing-masing negara hanya memperhatikan kepentingan negaranya.
Mereka menghimpun kekuatan untuk menjaga negerinya dari serangan musuh dan hanya bekerja sama dengan negara yang mendatangkan keuntungan. Begitulah sistem Kapitalis yang menjadi orientasinya hanyalah materi.
Kekuatan global hanya dapat terwujud dalam sistem Islam, dimana seluruh kaum muslimin bersatu untuk menghimpun kekuatan, dalam satu kepemimpinan umum (Khilafah) dengan dilandasi dengan semangat jihad fii sabilillah. Karena syariat Islam mewajibkan setiap muslim untuk memerangi musuh-musuh Islam. Sebagaimana yang diperintahkan Allah SWT dalam surat Al Baqarah ayat 190 :“Dan perangilah di jalan Allah orang-orang yang memerangi kamu. Tetapi janganlah kamu melampaui batas. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang yang melampaui batas”.
Dalam Islam peperangan dilakukan hanya untuk membela dan menjaga kehormatan kaum muslimin, serta menyebarluaskan dakwah untuk mengajak seluruh kaum muslimin, untuk melaksanakan syariat Islam secara menyeluruh dan meninggalkan segala bentuk kekufuran.
Dalam peperangan, Islam melarang untuk melakukan pengrusakan terhadap fasilitas umum, maupun rumah penduduk bahkan tidak boleh menganiyaya anak-anak, serta kaum perempuan dan orang tua. Dengan demikian peperangan dalam Islam bukan untuk menjajah, atau melakukan genosida. Ini menunjukan betapa mulianya Islam dalam menjaga kehidupan.
Islam menghendaki persatuan seluruh kaum muslimin, dimana muslim yang satu memperhatikan muslim yang lainnya, terutama yang sedang teraniaya. Karena seluruh kaum muslimin diibaratkan sebagai satu tubuh, sebagaimana hadist Rasulullah SAW yang menyatakan bahwa, “perumpamaan orang-orang yang beriman, dalam hal saling mencintai, mengasihi, dan menyayangi di antara mereka adalah ibarat satu tubuh, apabila ada salah satu anggota tubuh yang sakit, maka seluruh anggota tubuhnya akan ikut terjaga (tidak bisa tidur) dan panas (turut merasakan sakitnya)” (HR Muslim 4685).
Bersatunya kaum muslimin di seluruh dunia dalam satu kepemimpinan (Khilafah) akan mempermudah upaya membebaskan bangsa Palestina dari kekejaman serangan zionis Israel. Dengan semangat jihad kaum muslimin akan mengusir zionis Israel dari bumi Palestina. Demikianlah sistem Islam (Khilafah) dimana seluruh aspek kehidupannya diatur dengan syariat Islam. Sehingga kehidupan kaum muslimin lebih terjaga kehormatan serta kemuliaannya.
Dalam kekhilafahan tidak ada satu muslim pun yang teraniaya karena Islam begitu menjaga jiwa. Dalam Islam membunuh seorang muslim berarti telah membunuh seluruh kaum muslimin. Sehingga diberi sangsi yang amat berat. Karena hukuman dalam Islam bersifat jawazir (memberi efek jera) dan jawabir (penebus dosa). Sehingga tercipta kehidupan yang penuh dengan ketaqwaan dan kesejahteraan dan keamanan.
Allahu’alam bishshawab













