Garut, idisionline.com – Ijazah sejumlah murid Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Muhammadiyah 2 Kecamatan Kadungora Kabupaten Garut dari beberapa angkatan, dikabarkan masih tertahan.
Penahanan sejumlah Ijazah murid yang pernah tamat belajar di Sekolah itu, keberadaanya dikabarkan pihak Sekolah, dibawa oleh mantan Kepala Sekolah yang lama bernama Nur.
Berhasil terkonfirmasi dikediamannya, Senin (26/10/2026). Nur kepada Wartawan tidak menampik adanya sejumlah Ijazah Murid yang saat ini dikuasainya.

“Memang benar masih ada Ijazah Murid yang saya selamatkan, bukan ditahan. Karena masih ada urusan kami yang belum selesai dengan pihak Sekolah dan Yayasan muhamadiyah” ucap Nur.
Menimpali konfirmasi awak media, Suami Nur yang mendampingi menyebut pihaknya juga merasa di dzolimi.
“Kami sebagai bagian dari Yayasan merasa di dzolimi, kami pernah diserang ke Sekolah pakai 2 truk masa. Padahal kami juga miliki asset yang dikuasai sekolah. Pokoknya persoalan ini kami tengah lakukan upaya proses lanjut harus dari yayasan Muhamadiyah pusat turun tangan”, timpal Suami Nur.
Sementara itu, disinggung perihal jumlah Ijazah murid yang masih belum diberikan, Nur seolah enggan menyebut jumlah pastinya.
“Saya belum hitung jumlah keseluruhannya, hitungannya harus dengan pihak sekolah. Hal itu agar jelas, jangan cuma kami saja yang dikorbankan sertifikasi kami terpangkas” elak Nur.
Kendati persepsi publik terbentuk apa korelasinya menahan Dokumen pribadi Murid (Ijazah-Red) dengan silang sengkengketa personal atau Yayasan, Hak Murid yang jadi korban.
Sejauh ini hingga berita terpublikasi, upaya konfirmasi dilakukan awak media kepada pihak terkait dalam persoalan ini untuk diminta keterangan dan tanggapannya.
*** Her













