Garut, idisionline.com – Pengelolaan ratusan juta rupiah penyertaan modal Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Desa Cigawir, Kecamatan Selaawi, Kabupaten Garut, memicu kekhawatiran mendalam di kalangan warga.
Usaha BUMDes sebelumnya dinyatakan bangkrut dan gulung tikar, sementara modal baru sebesar Rp280 juta untuk program ketahanan pangan hanya menyumbang Pendapatan Asli Desa (Pades) sebesar Rp4 juta.

Saat dikonfirmasi di ruang kerjanya, Rabu (21/10/2026), Sekretaris Desa Cigawir, Dedi, mengungkapkan bahwa BUMDes telah beberapa kali menerima penyertaan modal bersumber dari Dana Desa. Usaha sebelumnya berupa layanan internet (WiFi) kini dikabarkan sudah berhenti beroperasi alias bangkrut.
“Usaha yang masih berjalan saat ini adalah pengolahan ketahanan pangan tahun 2025 dengan penyertaan modal Rp280 juta. Ada dua bidang usaha: budidaya jamur dan jual beli gabah. Dari kedua usaha tersebut menyumbang Pades ke desa sebesar Rp4 juta,” jelas Dedi.
Sementara itu, Direktur BUMDes Cigawir, Miftah Farid, yang dikonfirmasi melalui sambungan telepon WhatsApp, membenarkan adanya penyertaan modal Rp280 juta serta dua bidang usaha yang dijalankan. Namun ia beralasan kontribusi yang dihasilkan masih minim karena usaha tersebut belum berjalan lama.
“Tentang BUMDes terdahulu saya kurang begitu tahu. Yang saya tahu hanya meninggalkan aset berupa etalase jualan alat tulis (ATK) yang berlokasi di depan kantor desa,” ujar Niptah.
Kontribusi yang sangat kecil dibandingkan modal yang digelontorkan, ditambah catatan kegagalan BUMDes sebelumnya, membuat masyarakat cemas. Warga mempertanyakan efektivitas pengelolaan dana dan meminta transparansi penuh agar sejarah kegagalan tidak terulang.
“Minimnya kontribusi dari modal yang cukup besar ini menjadi kekhawatiran kami. Belajar dari BUMDes terdahulu, akankah permodalan yang baru ini ikut gulung tikar seperti sebelumnya? Kami butuh keterbukaan agar kami pun bisa ikut mengawasi. Jangan sampai seperti yang sudah-sudah, lenyap begitu saja,” ungkap salah satu warga.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada rincian lengkap penggunaan modal 280 juta maupun laporan keuangan yang dipublikasikan secara terbuka.
Sampai berita ini di terbitkan kepala desa dan ketua BPD belum memberikan tanggapan resmi.
***Her







