Tebingtinggi, idisiOnline.Com-Seorang pelajar menjadi korban penipuan bermodus meminjam Handphone untuk membuka goggle maps mencari titik lokasi jemput adik sepupunya,modus pura-pura meminjam HandPhone untuk membuka Google Maps dengan alasan mencari lokasi jemputan kini memang marak digunakan oleh para pelaku kejahatan jalanan untuk mengelabui anak-anak sekolah.Rabu, (22/10/26).
Peristiwa itu terjadi saat korban (Salmaya sari br siregar) warga jalan lama,siswi SMA Negeri 1 Kota Tebingtinggi pulang sekolah pada Rabu (21/10/2026) siang,saat salmaya menunggu angkot di depan sekolah, beliau dihampiri laki-laki asing yang tidak dikenalnya dengan mengendarai sepeda motor merk scuppy warna putih tanpa plat, dan menggunakan jaket berwarna biru muda, celana hitam,pakai masker dan berkacamata memakai helm ping, ucap salmaya menceritakan kronologi kejadian kepada awak media idisiOnline.com.
lanjut, pelaku berkata pada korban dia hendak mau menjemput adik sepupunya,lalu pelaku mau meminjam Handphone saya untuk buka Google Maps . lalu dia mengajak saya ke lokasi yang ada goggle maps itu, lokasinya di masjid di belakang El Cofee yang berada di jalan sudirman,kelurahan sripadang,kecamatan rambut,kota Tebingtinggi sepanjang perjalanan handphone itu saya pegang, setelah sampai di lokasi, pelaku bilang lokasinya ternyata salah dan dia pinjam handphone saya lagi ,saat itu posisi saya(korban) sudah turun dari sepeda motor , lalu dia langsung pergi, saya berusaha teriak sekuat mungkin tapi tidak ada yang mendengar satu pun , jelas korban sambil menangis.
Orang tua Salmaya, Syawal, langsung mengambil tindakan cepat setelah tersentak geram melihat kejadian yang menimpa anaknya. Untuk mengidentifikasi pelaku dan mengumpulkan bukti kuat, langkah-langkah yang berfokus pada pelacakan CCTV warga sekitar menjadi prioritas utama.
Identitas visual pelaku kini menjadi kunci utama dalam mempercepat proses penangkapan. Dengan adanya rekaman CCTV dan foto pelaku yang sudah beredar luas di masyarakat, ruang gerak pelaku menjadi jauh lebih sempit.
Syukur alhamdulillah anak saya tidak di apai apain karena anak saya seorang perempuan, hanya HP yang di larikan gimana kalau anak saya di larikan, maka saya meminta kepada Aparat Penegak Hukum Polisi di kota Tebingtinggi maupun di Polsek terdekat ,agar dapat membantu mencari pelakunya yang terekam CCTV.Dengan ada kejadian ini kepada anak saya agar tidak terjadi kepada anak- anak sekolah lainnya.
Dan saya akan melaporkan kejadian ini ke polsek rambutan agar pelakunya dapat terungkap dan di tangkap secepatnya , ucap syawal dengan nada geram.
Modus seperti ini digolongkan sebagai kejahatan jalanan (street crime) dengan teknik manipulasi psikologis (social engineering). Pelaku tidak langsung menyerang secara fisik, melainkan menjebak korban secara perlahan.







