KARAWANG, Idisionline.com – Kondisi Sungai Citarum di wilayah Jembatan Alun-alun Karawang kembali menjadi sorotan. Air sungai terpantau menghitam, berminyak, dan mengeluarkan bau lumpur khas pada Selasa (20/10/2026) pagi.
Pantauan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Karawang di sekitar Jalan Rangga Waluya, Kelurahan Puseurjaya, Kecamatan Telukjambe Timur, menunjukkan penurunan kualitas air yang cukup signifikan.
Menanggapi hal tersebut,
Tim patroli sungai DLH Sham Budiman, membenarkan adanya perubahan warna air tersebut. Ia menyebut kondisi ini berpotensi mengarah pada fenomena upwelling.
“Selamat pagi, kondisi sungai Citarum pagi ini di wilayah sekitaran Jembatan Alun-alun terlihat air sungai hitam, terdapat minyak dan berbau lumpur khas. Kemungkinan dapat terjadi upwelling kembali,” ujar Sham
dalam keterangannya, Ra bu (21/10/2026).
Sham menjelaskan, upwelling adalah fenomena penurunan kualitas air permukaan yang ditandai dengan menurunnya kadar oksigen terlarut (Dissolved Oxygen/DO) di dalam air. Jika hal itu terjadi, dampaknya dapat menyebabkan ikan menjadi stres hingga berpotensi mati massal.
“Penurunan kualitas air permukaan dan oksigen terlarut menurun yang kemudian dapat terjadi ikan stres dan mati,” jelasnya.
Pihak DLH pun mengimbau kepada para pembudidaya ikan jaring apung maupun warga sekitar aliran Sungai Citarum untuk meningkatkan kewaspadaan dan melakukan antisipasi dini, terutama dengan mengurangi pemberian pakan berlebih dan memantau kondisi ikan secara berkala.
Hingga berita ini diturunkan, DLH Kabupaten Karawang masih terus melakukan pemantauan kualitas air di sejumlah titik aliran Sungai Citarum untuk memastikan penyebab pasti perubahan warna air tersebut.
Air Sungai Citarum di Jembatan Alun-alun Karawang Menghitam dan Berminyak, DLH Waspadai Fenomena Upwelling













