BANDUNG, IO – Proses pendaftaran calon Ketua APDESI (Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia) Kabupaten Bandung mulai memanas. Isu praktik tawar-menawar dan kesepakatan di antara calon untuk meloloskan calon tunggal secara aklamasi mencuat ke permukaan.
Menanggapi hal tersebut, Ismawanto Somantri, S.H.,S.IP. Kepala Desa Tenjolaya menyatakan sikap tegas akan maju sebagai calon dan memutus mata rantai praktik aklamasi tersebut.
Hal itu disampaikan saat awak media menyambangi kediamannya pada Selasa, 13 Oktober 2027.
Menurutnya, dalam proses pendaftaran saat ini terdapat cukup banyak pihak yang berniat mencalonkan diri. Namun dikhawatirkan terjadi praktik tawar-menawar atau kesepakatan, sehingga kemungkinan besar hanya satu calon yang akhirnya maju dan terpilih secara aklamasi.
“Pola serupa sudah terjadi pada pemilihan sebelumnya. Saat itu terdapat dua orang calon, namun salah satu akhirnya mundur akibat adanya kesepakatan yang melibatkan peran tertentu,” ujarnya membuka pernyataan.
Berbeda dengan kondisi tersebut, kemunculan dirinya selaku Kepala Desa Tenjolaya diyakini akan memutus potensi terjadinya pemilihan secara aklamasi maupun praktik kesepakatan tersebut.
“Siapa pun calon lain yang maju, pada dasarnya akan berhadapan dengan saya sebagai Kepala Desa Tenjolaya. Jika calon lain dapat saja diajak melakukan kesepakatan, hal tersebut tidak berlaku bagi Desa Tenjolaya. Saya akan tetap teguh pada prinsip dan tidak terikat pada kesepakatan tertentu,” tegasnya.
Kehadiran Ismawanto Somantri, S.H.,S.IP. Desa Tenjolaya dalam bursa calon Ketua APDESI, lanjut dia, semata-mata ingin menjadikan pemilihan APDESI berjalan secara demokratis.
“Jika nanti saya atau pihak lain yang memenangkan pemilihan, kemenangan tersebut diperoleh melalui proses yang sah dan demokratis. Sebaliknya, jangan sampai pemilihan Ketua APDESI Kabupaten Bandung dilaksanakan tidak sesuai layaknya aturan berdemokrasi. Kalau saja tiba-tiba terpilihnya Ketua APDESI secara aklamasi tanpa diketahui secara proses layaknya musyawarah, hal itu berarti tidak mencerminkan demokrasi,” tandasnya.
Oleh karena itu, ia memastikan Desa Tenjolaya akan ikut serta dalam pemilihan yang rencananya digelar 7 November di Gedung Moh. Toha.
“Keikutsertaan Desa Tenjolaya ingin mengubah tatanan pemilihan, menjamin bahwa pemilihan Ketua APDESI dilaksanakan atas dasar prinsip demokrasi. Siapapun nanti yang terpilih, maka kemenangan itu lahir dari pelaksanaan demokrasi yang sesungguhnya,” pungkasnya.
Rep. Edwin S







