KARAWANG, Idisionline.com – Kepala Desa Talaga Mulya, Kecamatan Telagasari, Hersuryana, memaparkan capaian pembangunan selama kurang lebih enam tahun menjalankan roda pemerintahan desa.
Hersuryana mengatakan, salah satu fokusnya sejak terpilih pada 2021 adalah membangun kembali kebersamaan masyarakat setelah pelaksanaan pemilihan kepala desa.
Menurutnya, kondisi sosial masyarakat menjadi perhatian penting agar pembangunan desa dapat berjalan tanpa sekat akibat perbedaan pilihan politik.
Di bidang pembangunan, Hersuryana menyebut sekitar 80 persen program yang direncanakan pemerintah desa telah direalisasikan.
Pembangunan tersebut meliputi infrastruktur jalan lingkungan, drainase hingga sejumlah pembangunan yang berasal dari aspirasi masyarakat.
Pemerintah desa juga telah merealisasikan pembangunan yang bersumber dari Dana Desa untuk sejumlah wilayah, termasuk Dusun 1 dan Dusun 3.
“Program pembangunan kita jalankan sesuai kebutuhan masyarakat dan kemampuan anggaran desa,” kata Hersuryana saat ditemui pada Jum’at (2/9/2026).
Meski demikian, masih terdapat program yang belum sepenuhnya terealisasi. Salah satunya pembangunan Jitut yang menurut Hersuryana masih terkendala persoalan kewenangan karena bersinggungan dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS).
Hersuryana mengatakan, program tersebut tetap menjadi perhatian pemerintah desa karena berkaitan dengan kebutuhan masyarakat, khususnya para petani.
Selain pembangunan fisik, kinerja pemerintah desa juga diarahkan pada pelayanan sosial. Di antaranya pemberian santunan bagi warga lanjut usia serta membantu masyarakat yang membutuhkan pelayanan ketika sakit.
Hersuryana menegaskan, kritik dan masukan dari masyarakat menjadi bagian dari evaluasi pemerintah desa.
“Kita tanggapi sesuai prosedur dan kita fasilitasi sesuai kebutuhan masyarakat,” ujarnya.
Ke depan, ia menyatakan akan melanjutkan program yang sudah berjalan sekaligus menuntaskan sejumlah pekerjaan yang masih tertunda.
Sektor pertanian menjadi salah satu perhatian karena Talaga Mulya memiliki sekitar 129 hektare lahan persawahan. Potensi tersebut dinilai menjadi salah satu kekuatan ekonomi masyarakat desa.
Selain pertanian, pemerintah desa juga melihat potensi peternakan, khususnya pengembangan domba Garut.
Hersuryana mengatakan, pengembangan berbagai potensi tersebut membutuhkan dukungan dan partisipasi masyarakat agar program pembangunan desa dapat berjalan secara berkelanjutan.
