ArtikelOpini Publik

Ilusi Pengentasan Kemiskinan Dalam Sistem Kapitalis

×

Ilusi Pengentasan Kemiskinan Dalam Sistem Kapitalis

Sebarkan artikel ini

Idisi Online – Pada tanggal 18-19 November 2024, di Brazil Tengah diadakan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT). Presiden Prabowo Subianto pada perhelatan tersebut menyerukan pengentasan kemiskinan dan Deklarasi Pemimpin G20. Berikut beberapa poin yang disampaikan Presiden Prabowo Subianto:

1. Adanya masalah kemiskinan dan kelaparan akan mempengaruhi kelangsungan agenda transisi negara-negara berkembang dan pembangunan berkelanjutan. 
2. Kolaborasi global berperan penting dalam mengatasi masalah kemiskinan dan kelaparan.
3. Diperlukan komitmen bersama untuk mengurangi suhu iklim dan menyelamatkan lingkungan guna mengatasi masalah kemiskinan dan kelaparan.
4. Sebelum tahun 2050 visi dan upaya Indonesia mencapai net zero emission.
5. Seruan damai dan desakan gencatan senjata terkait konflik internasional yang sedang berlangsung.

@IdisiaOnline
Gulir untuk membaca

Deklarasi Pemimpin G20, di antaranya:
1. Berkomitmen mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan.
2. Adanya peningkatan pendanaan untuk pengendalian perubahan iklim.
3. Mengutuk segala bentuk tindakan manifestasi terorisme.
4. Pengurangan ketidaksetaraan ekonomi dunia.(22/11/2024, www.antaranews.com)

Faktanya, kemiskinan dan kelaparan yang terjadi di Indonesia adalah struktural, karena kemiskinan yang dialami oleh masyarakat tertentu disebabkan oleh struktur sosial masyarakat yang tidak bisa ikut menikmati sumber pendapatan yang sebenarnya ada untuk mereka. Hal ini menyebabkan kemiskinan akibat salah urus oleh penguasa, karena sistem yang ditetapkan oleh penguasa gagal mewujudkan kesejahteraan rakyat.

Penguasaan sumber daya alam oleh para kapitalis, inilah buah dari penerapan sistem ekonomi kapitalisme, hanya pada segelintir orang kekayaan berputar. Sementara itu, mayoritas rakyat tetap miskin. Ketidakmampuan rakyat untuk mengakses sumber daya alam yang melimpah menjadi salah satu penyebabnya. Walaupun rakyat berupaya keras, mereka tetap terjebak dalam lingkaran kemiskinan. Semua ini terjadi pada masyarakat secara umum, terutama golongan lemah seperti warga pelosok, penyandang disabilitas, perempuan, dan lansia. Kemiskinan ekstrem terjadi pada orang-orang tersebut.

Kemiskinan tidak akan dapat dientaskan selama masih berpegang pada sistem kapitalisme, karena dalam sistem ini berlaku hukum bahwa yang kuatlah yang menang, sementara negara hanya berperan sebagai regulator. Kemiskinan dan kelaparan saat ini adalah akibat penerapan sistem ekonomi kapitalisme. Kekayaan sumber daya alam yang seharusnya dikelola oleh negara justru diserahkan kepada pihak asing. Yang menikmati keuntungan hanya segelintir orang saja, sedangkan rakyat miskin semakin miskin.

Kapitalisme juga menyebabkan kapitalisasi sektor pertanian dari hulu hingga hilir. Petani mengeluhkan mahalnya harga pupuk dan saprotan yang tak terjangkau, sehingga petani merugi. Pembangunan yang jor-joran menyebabkan banjir; sudah pasti petani merugi lagi karena bencana banjir membuat petani gagal panen. Semua inilah penyebab terjadinya kemiskinan secara sistematis.

Berharap pada negara lain, sebagaimana seruan Indonesia dalam G20, juga tidak mungkin karena semua berpegang pada sistem kapitalisme.Karena nyatanya, G20 yang berslogan awal mewujudkan pertumbuhan ekonomi global yang kuat, inklusif, berkelanjutan, dan seimbang tidak terealisasi; fakta yang ada malah sebaliknya.

Perekonomian dunia semakin terancam kebangkrutan, terjadi ketimpangan parah, eksklusivitas semakin nyata, dan realitas menunjukkan bahwa ekonomi bukan untuk semua orang, tetapi hanya untuk orang-orang tertentu. Kehadiran G20 hanya untuk menutupi kebusukan dan borok-borok dari penerapan sistem kapitalisme. G20 nyatanya bukan solusi, tetapi bagian dari masalah.

Lain halnya dengan ekonomi dalam sistem Islam yang didukung oleh politik Islam, yang menjamin terpenuhinya kebutuhan primer individu rakyatnya. Negara memprioritaskan kebutuhan rakyatnya. Sumber pemasukan negara sesuai syariat Islam mendukung pemenuhan kebutuhan rakyat, yang tidak hanya bertumpu pada pinjaman/hutang dan pajak, tetapi juga dari pemasukan tetap, yaitu dari seperlima harta rikaz, jizyah, kharaj, zakat, dan fai.

Juga dengan konsep kepemilikan yang penerapannya sesuai syariat. Sumber daya alam seperti sumber air, laut, hutan, dan hasil tambang seperti batubara dan minyak bumi tidak boleh diprivatisasi karena merupakan milik umum. Rakyat boleh mengambil sesuai keperluannya di bawah pengelolaan negara, dan hasilnya nanti dibagikan secara merata kepada rakyat.Dengan banyaknya sumber pemasukan negara, hal ini menjamin teratasinya masalah kemiskinan dan kelaparan. Hingga ranah teknis pun tak luput dari perhatian negara, sehingga negara menjamin banyaknya tersedia mata pencaharian bagi rakyat.

Untuk memenuhi kebutuhan hidup negara akan mendorong setiap individunya agar bisa terpenuhi. Di saat rakyat tidak mampu, tanggung jawab pemenuhan kebutuhan hidup jatuh pada mahramnya. Apabila tidak mempunyai kerabat, maka negara yang akan menanggung kebutuhan hidup rakyat tersebut, yang diambil dari sumber pemasukan yang disebutkan di atas. Dan jika kas negara tidak mencukupi  kebutuhan rakyat yang tidak mampu, maka sesama Muslim membantu dengan pungutan (dharibah).

Begitu sempurna dan sistematisnya aturan Islam, sistem kapitalisme saat ini tidak akan mampu memberi solusi terhadap kemiskinan dan kelaparan. Dalam sistem kapitalistik, yang kuat akan dapat menguasai sumber daya alam, dengan kebebasan kepemilikan yang begitu diagungkan. Negara hanya mengontrol dan mengawasi.Pentingnya menegakkan tiga pilar, individu, umum, dan negara, untuk mewujudkan sistem ekonomi Islam.

Pertama, kepemilikan individu, umum, dan negara menerapkan konsep kepemilikan dalam Islam, yang merupakan hal mendasar dalam sistem ekonomi Islam, yakni semua kekayaan yang ada di dunia ini milik Allah dan tentu saja menerapkan aturan Allah/syariat Islam. Kedua, pembagian sumber daya alam tersebut dengan konsep kepemilikan, pengembangan, dan pengolahannya sesuai syariat Islam. Ketiga, penekanan secara ekonomis dan non-ekonomis pada pendistribusian secara merata.

Hanya konsep ekonomi Islam yang merupakan solusi yang bisa mengatasi masalah kemiskinan dan kelaparan, dan penerapan sistem ekonomi Islam ini diwadahi oleh institusi Khilafah Islamiyah yang menerapkan sistem politik Islam berdasarkan akidah Islam. Wallahualam bishawab

Penulis : Yuli Yana Nurhasanah

Info Lainnya  Korupsi Pendidikan: Siapa Sutradara Sesungguhnya?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!
news-1701

sabung ayam online

yakinjp

yakinjp

rtp yakinjp

slot thailand

yakinjp

yakinjp

yakin jp

yakinjp id

maujp

maujp

maujp

maujp

slot mahjong

SGP Pools

slot mahjong

sabung ayam online

slot mahjong

SLOT THAILAND

article 710000011

article 710000012

article 710000013

article 710000014

article 710000015

article 710000016

article 710000017

article 710000018

article 710000019

article 710000020

article 710000021

article 710000022

article 710000023

article 710000024

article 710000025

article 710000026

article 710000027

article 710000028

article 710000029

article 710000030

article 710000031

article 710000032

article 710000033

article 710000034

article 710000035

article 710000036

article 710000037

article 710000038

article 710000039

article 710000040

article 710000041

article 710000042

article 710000043

article 710000044

article 710000045

article 710000046

article 710000047

article 710000048

article 710000049

article 710000050

article 710000051

article 710000052

article 710000053

article 710000054

article 710000055

article 710000056

article 710000057

article 710000058

article 710000059

article 710000060

kasus 898100001

kasus 898100002

kasus 898100003

kasus 898100004

kasus 898100005

kasus 898100006

kasus 898100007

kasus 898100008

kasus 898100009

kasus 898100010

kasus 898100011

kasus 898100012

kasus 898100013

kasus 898100014

kasus 898100015

kasus 898100016

kasus 898100017

kasus 898100018

kasus 898100019

kasus 898100020

kasus 898100021

kasus 898100022

kasus 898100023

kasus 898100024

kasus 898100025

kasus 898100026

kasus 898100027

kasus 898100028

kasus 898100029

kasus 898100030

kasus 898100031

kasus 898100032

kasus 898100033

kasus 898100034

kasus 898100035

kasus 898100036

kasus 898100037

kasus 898100038

kasus 898100039

kasus 898100040

cuaca 898100001

cuaca 898100002

cuaca 898100003

cuaca 898100004

cuaca 898100005

cuaca 898100006

cuaca 898100007

cuaca 898100008

cuaca 898100009

cuaca 898100010

cuaca 898100011

cuaca 898100012

cuaca 898100013

cuaca 898100014

cuaca 898100015

cuaca 898100016

cuaca 898100017

cuaca 898100018

cuaca 898100019

cuaca 898100020

cuaca 898100021

cuaca 898100022

cuaca 898100023

cuaca 898100024

cuaca 898100025

cuaca 898100026

cuaca 898100027

cuaca 898100028

cuaca 898100029

cuaca 898100030

cuaca 898100031

cuaca 898100032

cuaca 898100033

cuaca 898100034

cuaca 898100035

cuaca 898100036

cuaca 898100037

cuaca 898100038

cuaca 898100039

cuaca 898100040

article 868000011

article 868000012

article 868000013

article 868000014

article 868000015

article 868000016

article 868000017

article 868000018

article 868000019

article 868000020

article 868100021

article 868100022

article 868100023

article 868100024

article 868100025

article 868100026

article 868100027

article 868100028

article 868100029

article 868100030

article 868100031

article 868100032

article 868100033

article 868100034

article 868100035

article 868100036

article 868100037

article 868100038

article 868100039

article 868100040

article 868100041

article 868100042

article 868100043

article 868100044

article 868100045

article 868100046

article 868100047

article 868100048

article 868100049

article 868100050

article 868100051

article 868100052

article 868100053

article 868100054

article 868100055

article 868100056

article 868100057

article 868100058

article 868100059

article 868100060

article 878000011

article 878000012

article 878000013

article 878000014

article 878000015

article 878000016

article 878000017

article 878000018

article 878000019

article 878000020

article 878800021

article 878800022

article 878800023

article 878800024

article 878800025

article 878800026

article 878800027

article 878800028

article 878800029

article 878800030

article 878800031

article 878800032

article 878800033

article 878800034

article 878800035

article 878800036

article 878800037

article 878800038

article 878800039

article 878800040

article 888000031

article 888000032

article 888000033

article 888000034

article 888000035

article 888000036

article 888000037

article 888000038

article 888000039

article 888000040

article 888000041

article 888000042

article 888000043

article 888000044

article 888000045

article 888000046

article 888000047

article 888000048

article 888000049

article 888000050

article 888000051

article 888000052

article 888000053

article 888000054

article 888000055

article 888000056

article 888000057

article 888000058

article 888000059

article 888000060

article 888000061

article 888000062

article 888000063

article 888000064

article 888000065

article 888000066

article 888000067

article 888000068

article 888000069

article 888000070

article 328000601

article 328000602

article 328000603

article 328000604

article 328000605

article 328000606

article 328000607

article 328000608

article 328000609

article 328000610

article 328000611

article 328000612

article 328000613

article 328000614

article 328000615

article 328000616

article 328000617

article 328000618

article 328000619

article 328000620

article 328000621

article 328000622

article 328000623

article 328000624

article 328000625

article 328000626

article 328000627

article 328000628

article 328000629

article 328000630

article 328000631

article 328000632

article 328000633

article 328000634

article 328000635

article 328000636

article 328000637

article 328000638

article 328000639

article 328000640

article 328000641

article 328000642

article 328000643

article 328000644

article 328000645

article 328000646

article 328000647

article 328000648

article 328000649

article 328000650

article 999990001

article 999990002

article 999990003

article 999990004

article 999990005

article 999990006

article 999990007

article 999990008

article 999990009

article 999990010

article 999990011

article 999990012

article 999990013

article 999990014

article 999990015

article 999990016

article 999990017

article 999990018

article 999990019

article 999990020

news-1701